Eternal Sunshine of The Spotless Mind

Reading time: 5 – 8 minutes

Saya tidak sempat menontonnya di bioskop, sehingga beberapa hari yang lalu, saya membeli DVD-nya. Selain karena casts yang begitu menjanjikan (meskipun sebenarnya saya tidak boleh menilai sebuah film hanya karena pemain-pemain populer yang membintanginya), terdapat lebih dari 50 4-stars reviews terhadap film ini.

“Eternal Sunshine of The Spotless Mind”, yang judulnya dikutip dari quote milik Pope Alexander, menceritakan tentang kehidupan cinta Joel (diperankan oleh Jim Carrey) dan Clementine (diperankan oleh Kate Winslet).
Suatu pagi, pada Hari Valentine, Joel bangun dari tidurnya dan membolos kerja, ke Montauk, entah mengapa. Ia membuka jurnalnya yang kosong, seperti hidupnya. Dua tahun sebelumnya, Joel tinggal bersama Naomi, yang tidak dideskripsikan lebih lanjut di dalam film. Hanya dikisahkan Joel pergi makan di suatu tempat, bertemu dengan seorang gadis berrambut biru dan mengenakan sweatshirt jingga. Ketika Joel naik kereta, ia juga bertemu gadis itu. Akhirnya mereka berdua berkenalan, dan Joel baru mengetahui bahwa nama gadis itu adalah Clementine. Mereka berdua sama-sama merasa pernah bertemu, Clementine berasumsi bahwa mereka pasti bertemu di toko buku yang sering dikunjungi Clementine.

Malamnya, ia dan Clementine pergi ke Sungai Charles yang membeku karena masih musim dingin. Ternyata adegan-adegan tersebut adalah prolog.

Tiga hari sebelum Hari Valentine, Joel pergi ke rumah dua sahabatnya, dan menceritakan segala hal yang terjadi antara ia dan kekasihnya, Clementine. Ketika ia bertemu Clementine di toko buku, wanita itu sedang bersama laki-laki lain dan tidak ingat akan Joel sama sekali. Sahabatnya pun memberitahukan Joel bahwa ternyata Clementine pergi menemui dokter syaraf bernama Dr. Howard Mierzwak (diperankan oleh Tom Wilkinson) dan meminta supaya ia menghapus seluruh ingatan Clementine tentang Joel Barish.

Joel marah besar dan pergi menemui Dr. Mierzwak. Ia tidak mau kalah dan meminta dokter itu untuk menghapus semua memorinya tentang Clementine. Joel hanya perlu mengumpulkan segala hal mengenai Clementine dan otaknya dipindai. Prosesnya akan memakan waktu ketika Joel tertidur malamnya, yaitu pada malam sebelum Hari Valentine.

Joel sedang tertidur ketika teknisi Dr. Mierzwak, yakni Stan (diperankan oleh Mark Ruffalo) dan Patrick (diperankan oleh Elijah Wood) datang ke rumahnya. Proses penghapusan memori itu dilakukan dengan memanipulasi memori yang ada di pikiran Joel, mendistraksinya dan akhirnya menghilangkannya. Visualisasi di dalam tidur Joel itulah yang membuat kita mengerti bagaimana hubungan Joel dan Clementine sebelumnya.
Mereka bertemu di Montauk pada sebuah pesta, di mana Joel Barish yang serius dan nice serta repulsive, bertemu dengan Clementine yang impulsive, ceria dan tidak pernah mau disebut nice. Joel yang hidupnya monoton menemukan warna hidup bersama Clementine yang selalu berhasrat mencoba hal-hal baru dalam hidupnya. Mereka suka sekali pergi piknik di malam hari, berbaring di atas Sungai Charles yang membeku.
Saat menjalani kembali memori-memori itulah, Joel tidak ingin memorinya dengan Clementine dihapus. Ia dan Clementine pun mengusahakan berbagai cara, seperti membuat Joel terbangun, berlari ke memori-memori yang tak tersentuh, dan lain-lain. Sementara itu, Joel semakin geram ketika mengetahui bahwa Patrick yang menyukai Clementine, mengambil kenangan manis Joel akan Clementine yang berupa barang-barang, dan menggunakannya untuk menggoda Clementine yang sudah melupakan Joel.
Awalnya Joel dan Clementine yang berada di dalam imajinasi Joel berhasil membuat Joel terbangun untuk beberapa saat dan menghentikan alat pemindai yang sedang bekerja auto-pilot, karena Stan—sang teknisi sedang sibuk making out dengan Mary (diperankan oleh Kirsten Dunst), pegawai Dr. Mierzwak. Ketika menyadari alat pemindainya berhenti bekerja, Stan pun panik dan menelepon Howard.
Howard pun datang ke apartemen Joel. Usut punya usut, ternyata Howard dan Mary pernah saling mencintai. Karena tidak bisa dilanjutkan, mengingat Howard sudah beristri dan memiliki anak-anak, ingatan Mary tentang Howard dihapus begitu saja. Mary pun geram dan mengembalikan dokumen dan barang-barang semua pasien Dr. Howard Mierzwak yang berhubungan dengan kenangan akan seseorang. Tetapi, ingatan Joel tentang wanita yang dicintainya sudah keburu terhapus.
Suatu pagi, pada Hari Valentine, Joel bangun dari tidurnya dan membolos kerja, ke Montauk, entah mengapa. Ia membuka jurnalnya yang kosong, seperti hidupnya. Dua tahun sebelumnya, Joel tinggal bersama Naomi, yang tidak dideskripsikan lebih lanjut di dalam film. Hanya dikisahkan Joel pergi makan di suatu tempat, bertemu dengan seorang gadis berrambut biru dan mengenakan sweatshirt jingga. Ketika Joel naik kereta, ia juga bertemu gadis itu. Akhirnya mereka berdua berkenalan, dan Joel baru mengetahui bahwa nama gadis itu adalah Clementine. Mereka berdua sama-sama merasa pernah bertemu, Clementine berasumsi bahwa mereka pasti bertemu di toko buku yang sering dikunjungi Clementine.
Keesokan harinya, ketika malam hari, ia dan Clementine pergi ke Sungai Charles yang membeku karena masih musim dingin. Setelah itu, Clementine berniat mengunjungi apartemen Joel. Sebelumnya, ia mampir ke rumahnya untuk menyikat gigi dan mengambil surat yang datang. Pacarnya, Patrick, datang ke rumah Clementine, tetapi Clementine menolak untuk bertemu. Clementine pun membawa surat-suratnya ke mobil Joel.Sepanjang perjalanan, Clementine membaca surat yang ditujukan untuknya. Terdapat surat dari Mary dan sebuah kaset. Ia pun mendengarkan kaset itu di mobil Joel. Kaset itu ternyata berisi rekaman makian Clementine terhadap Joel, dan bagaimana bosannya ia hidup dengan laki-laki serius seperti itu. Joel tidak tahan dengan hinaan itu dan memarahi Clementine, wanita itu pun turun dari mobil dan pulang.
Namun, ia malah berlari mengejar Joel dan mengunjungi apartemennya. Sesampainya di sana, Clementine mendengar hinaan Joel mengenai dirinya sendiri, yang sama sekali tidak benar. Clementine marah, tetapi ia mencoba untuk sabar, meskipun ingin segera pulang. Joel menahannya dan mereka berusaha untuk mengulang semuanya dari awal.
Jim Carrey memang brilian, begitu juga di film ini, yang disebut-sebut New York Times sebagai “The best work Jim Carrey has ever done!”. Dengan arahan Michel Gondry dan skrip yang ditulis oleh Charlie Kaufman, Jim Carrey membawakan karakter Joel yang jauh dari humoris maupun komikal dengan sempurna. Hal ini begitu mengejutkan, mengingat Jim Carrey selalu membawakan karakter-karakter yang aneh atau kocak, bahkan ketika bermain di “Lemony Snicket’s Series of Unfortunate Events” pun Jim Carrey bermain ‘gila’. Di dalam film ini, ekspresi-ekspresinya sangat datar, tetapi dapat memberi arti yang maksimal.
“Eternal Sunshine of The Spotless Mind” memberi arti cinta yang begitu mendalam, dan jauh dari chick flicks, teen flicks, atau roman picisan yang dibanjiri airmata dan warna merah muda. Ide yang ada di film ini begitu segar dan tak terkira.