Kaleidoskop Alanda 2007

Setelah melihat Kaleidoskopnya Ollie, jadi pengen bikin kaleidoskop sendiri, hehehe :) So, 2007 was…
2-3 Februari 2007
Jadi salah satu main model bersama finalis CosmoGIRL! of The Year 2006 lainnya di acara CosmoGIRL! Fashion Week 2007 yang digelar di Pondok Indah Mall 2. First experience walking on the runway!
23 Februari 2007
Memenangkan tiket konser MUSE di kelas festival dari rubrik Muda, KOMPAS. It was also my 16th birthday. The best birthday present ever. Thank you, KOMPAS!
22 April 2007
Saya dan Aishanatasha bertemu dengan Yudishtira Mahendra dan Edwin Adhiputra, founders of Kampanye Respek Indonesia di Starbucks Coffee, Pondok Indah Mall 2 dan menjalin afiliasi semenjak saat itu. Cek selengkapnya di sini.
16 April 2007
Profil The Cure For Tomorrow (TCFT) dimuat di Majalah Hai.

17 Mei 2007
Mempelajari cara pemilahan dan pengolahan sampah melalui studi banding ke Banjarsari, Cilandak, yang mendapat predikat “Kampung Hijau” dari Pemprov DKI Jakarta (bareng Anggie Setia, Yura, Adit Suryomurtjito dan Annetta).

24 Mei 2007
Mempresentasikan TCFT di broadcasters meeting TRAX FM dan diminta untuk mengisi voice over di insert kampanye “I Love You, Mother-nature!”.

17 Juni 2007
Ditinggal pacar nengok keluarganya di Bethesda, Maryland (dekat Washington D.C.), selama sebulan! What a perfect holiday :’(

12 Juli 2007
Menolak tawaran production house Vertigo untuk menjadi salah satu talent di TVC-nya Astro yang berjudul MAD (Make A Difference) karena alasan pribadi. Saya tidak pernah menyesal telah menolak tawaran tersebut.

28 Juni 2007
TCFT sudah berusia 1 tahun!

30 Juni 2007
Terima rapor kenaikan kelas dan diterima di program IPA! Workshop daur ulang kertas TCFT diadakan untuk pertama kalinya di kediaman Ibu Agustin Riyanto, Cilandak, yang bertindak sebagai narasumber.

12 Agustus 2007
Profil saya dimuat di rubrik Jeda, Harian Media Indonesia, dengan judul “Motivasi Diri”.

25 Agustus 2007
Nonton Hello;fest di Gedung BPPT sama pacar. Salah satu screening terbaik yang pernah saya saksikan. Salut untuk Wahyu Aditya, CEO of Hello;motion School of Animation & Cinema!

2 September 2007
Oma Fatidar Moenadjat, nenek yang tinggal serumah dengan saya, meninggal dunia karena penurunan fungsi ginjal, pneumonia dan beberapa komplikasi lainnya. I loved her so much, I took care for her when she was in the hospital. Most of all, I promised that I will make her proud. This is the lowest point of my life this year; I lost the most incredible grandmother you could ever imagine. I hope Heaven has bookstores; or at least, libraries. I LOVE YOU, OMA. So much.

28 September 2007
KARISMA buka puasa bersama anak-anak dhuafa
di Masjid Ibnu Ali, Bintaro. A lot of fun!

8 Oktober 2007
Workshop daur ulang diadakan untuk kedua kalinya di kediaman Chandra, Tanah Kusir. Kali ini, skalanya lebih besar tapi attendantsnya lebih sedikit.

9 Oktober 2007
Diwawancara Majalah CosmoGIRL! Indonesia mengenai my green action melalui komunitas TCFT untuk rubrik “She’s So CosmoGIRL!”.

26 Oktober 2007
Setahun pacaran. Mungkin kata orang cinta monyet, but still, I really love him more each day.

9 November 2007
Got an interview to become a volunteer in Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2007. Anyway, nggak diterima jadi volunteer karena masih sekolah dan pas JiFFest lagi ujian :P

24-25 November 2007
Jadi panitia KARISMA Cup IV. Yay! FYI, KARISMA adalah singkatan dari Keluarga Remaja Islam Masjid At-Taqwa. Ya, saya anggota remaja masjid :D KARISMA Cup adalah turnamen sepakbola tahunan yang diadakan oleh KARISMA semenjak tahun 2004. Pesertanya adalah anggota remaja masjid se-Bintaro.

18 Desember 2007
Diwawancara Koran Sindo untuk diprofilkan di rubrik Gaul.

27 Desember 2007
Diwawancara Majalah Hai berkenaan dengan pendapat saya terhadap massive disasters yang terjadi belakangan. Koran Sindo yang memuat profil saya terbit! Besarnya hampir satu halaman penuh!

Alanda on Sindo

My profile is in today’s Seputar Indonesia (Sindo) newspaper. You can read it via the net (if you can’t find the printed version) here.

Kepepet Membawa Nikmat

alanda-eko-purwanto-252.jpg

GARA-GARA di rumah enggak punya teman, Alanda jadi aktif dan peduli terhadap lingkungan. Kok bisa? Itulah hebatnya Alanda. Situasi yang enggak menyenangkan buatnya malah bisa menjadi titik tolak lahirnya bakat dan minat yang tersembunyi dari cewek manis ini.

Soal jadi penulis, misalnya. Sebagai anak tertua di keluarganya dengan adik-adik yang beda umurnya jauh, Alanda sering merasa kurang kerjaan di rumahnya. ”Mau nonton TV males. Acaranya kalo enggak infotainment ya sinetron. Gue enggak suka. Kalaupun siaran berita, pasti isinya berita jelek atau yang sedih-sedih terus. Males nontonnya. Satu-satunya yang bisa dikerjain, ya di depan komputer. Nulis apa pun yang bisa ditulis,” papar cewek kelas XI SMA 82 Jakarta ini.

Dari situlah lahir berbagai puisi, cerpen, sampai novel hasil karyanya. Beberapa cerpennya pernah nongol di sebuah majalah remaja yang terbit di Jakarta. Sementara itu, satu novelnya yang berjudul Mint Chocolate Chips udah diterbitin penerbit Terrant Books pada 2005. ”Novel yang kedua udah jadi, tapi masih di tangan penerbit. Mudah-mudahan aja bisa terbit,” harap cewek yang dari SD udah aktif nulis di mading sekolah ini. Mungkin gara-gara udah mulai menulis sejak SD itulah Alanda jadi lebih sering ngungkapin pikiran dan perasaannya lewat tulisan.

Gara-gara gape nulis juga Alanda pernah ditawarin magang atau freelance di beberapa majalah remaja. ”Jadi, semacam kontributor gitu. Paling beberapa bulan aja soalnya kan masih sekolah,” ungkap cewek yang pernah jadi finalis pemilihan model dari sebuah majalah franchise ini. Enggak cuma itu, Alanda juga tertarik sama yang namanya film. Film apa pun, kecuali film horor yang dianggapnya aneh, pasti dia tonton. Di JiFFest kemarin aja, enggak kurang lima film ditontonnya.

”Gue suka film yang sinematografinya bagus, makanya kalo bisa jadi film maker, gue penginnya jadi cameraman atau sutradara,” tutur pengagum Joko Anwar dan film Star Wars ini. Enggak cuma suka bidang seni, dari SMP Alanda juga udah punya kepedulian tinggi di bidang sosial. Karena itu, dia pengin banget aktif di organisasi semacam UNICEF atau Greenpeace. Sayangnya, setiap ngelamar di organisasi tersebut, pasti selalu ditolak. ”Katanya masih kemudaan, umurnya belum cukup. Sebenarnya gue heran juga, kenapa sih anak kecil enggak boleh ikut,” ujar Alanda sembari manyun.

Sebel karena enggak boleh ikutan, akhirnya Alanda malah kepikiran untuk bikin organisasi sosial sendiri bareng temen-temennya. Setelah berembuk sana-sini, akhirnya pada 28 Juni 2006, lahirlah The Cure For Tomorrow (TCFT). Hebatnya, waktu mendirikan TCFT, Alanda belum juga masuk SMA alias baru aja lulus SMP. Keren banget kan? Nah, kegiatan TCFT ini berfokus ke kegiatan pengolahan sampah, seperti daur ulang. Mengapa sampah, karena Alanda ngeliat waktu itu sampah belum terlalu diperhatikan sebagai salah satu masalah lingkungan.

”Orang banyak bicara AIDS, narkoba,atau pohon,tapi belum ada yang concern khusus ke sampah. Padahal soal sampah ini kan mendasar banget,” ucapnya.

Uniknya, untuk masuk ke organisasi ini, harus ada komitmen pada diri sendiri untuk enggak ngerokok, ngedrugs, minum alkohol, ngelakuin seks bebas, dan harus buang sampah pada tempatnya. ”Sekarang anggota kita yang terdaftar itu ada 80 orang dari berbagai sekolah, tapi yang enggak resmi bisa ada 100-an lebih. Nah, bayangin kalo 100 orang ini komit enggak buang sampah sembarangan, pasti ada perubahan kan,meskipun kecil,”tandas Alanda yang juga hobi motret ini. Sekarang ini, TCFT sering bikin workshop daur ulang untuk para pelajar atau anak-anak jalanan. Yang ngajar juga para sukarelawan dari organisasi lain.

”Untungnya banyak yang ngebantu kami. Ada juga loh orang luar negeri yang tahu organisasi ini dari internet. Rencananya sih, tahun depan kami pengin bikin semacam charity (gig) gitu, tapi belum tahu kapan,” kata Alanda, yang selalu ikutan seneng setiap ngeliat anak-anak yang dia bantu keliatan gembira. ”Yang pasti, TCFT juga banyak mengubah pandangan para anggotanya. Misalnya aja urusan charity ini, tadinya uang yang mau disumbangin enggak 100%, tapi teman yang lain ngusulin dikasih 100% aja.

Gue enggak nyangka aja kalo mereka udah berpikir seperti itu,” ucap Alanda, senang. Wah, banyak kegiatan, banyak keahlian, banyak keinginan juga. Sebenarnya kamu mau ngapain sih, Nda? ”Aku penginnya dikenang sebagai orang yang punya sesuatu, kayak Pramoedya Ananta Toer. Aku mau ketika orang ngeliat aku, ada yang bilang, That’s Alanda, she’s my friend. Intinya sih, apa pun yang gue lakukan, itu adalah bagian dari cara gue mencintai hidup ini,” tuturnya. Wah!…

Penulis: Henrita Endriana
Fotografer: Eko Purwanto

I don’t know why did the writer put such title. But it’s still one of my biggest achievement in 2007. I mean, WOW! My profile is on a nationwide newspaper (again)! Woo hoo!