Konferensi Remaja Indonesia

Reading time: 2 – 2 minutes

Sorry for not updating in such a long time! Been busy with things. Yes, I have graduated! Thank God. My grades aren’t that good though. As some of you might have known, besides taking care of prom dress, graduation kebaya and stuff like that, I’ve been busy working on my Community Action Project, the first ever Indonesian Youth ConferenceKONFERENSI REMAJA INDONESIA. I can not tell you much about it (yet), but we are hopefully going to invite 33 high school students from all across the country (one student from each province) to Jakarta for one week. Konferensi Remaja Indonesia will become their platform to exchange issues and ideas, and then seek for solutions together. We will also give a number of various workshops. The event itself is going to be held next year, hopefully, on July 5 – 10, 2010.

Hmmm.

I need your help. Please become a fan of Indonesian Youth Conference on Facebook and follow Indonesian Youth Conference on Twitter. Menurut Facebook, ada 1.489.480 pengguna Facebook berusia di bawah 18 tahun yang tinggal di Indonesia. Kita harus melewati angka itu. Kira-kira bisa nggak ya? Suggest the page to all of your friends. Put it on your status update. Your Twitter update. Your Plurk update. Your e-mails. Whatever. Whatever will do. Do it. At least suggest to 5 friends who will suggest to 5 more who will suggest to 5 more and it goes on and on and on. We can make it; and tell the government that more than 1 million people support IYC: they will have to support us as well, right?

Saatnya suara kita didengar.


Inspirasi

Reading time: 5 – 8 minutes

Dua hari ini saya melaksanakan Ujian Masuk Bersama (UMB), tepatnya di SMKN 3 Jakarta, diantarjemput oleh Ibu. Hari ini, kami makan siang di Mie Ayam Gondangdia yang beken itu, dan mampir di TPU Tanah Kusir untuk ziarah ke makam Oma (sekalian minta doa supaya keterima di FHUI, amin!).

Karena tinggal di dua rumah dengan shared backyard bersama Oma, boleh dibilang, saya dekat sekali dengan beliau. Jadi, ketika beliau meninggal 2 tahun lalu, saya merasa begitu kehilangan. Tapi ya, mungkin memang sudah waktunya.

Saya pernah membaca tulisan tentang role model, ditulis oleh Weggie di sini. Saya punya role model, tentu. Orang yang saya look up to, memicu saya untuk mencetak prestasi sebanyak-banyaknya. Mungkin akan terdengar klise, tetapi orang-orang ini adalah orang-orang yang ada di keluarga saya. Walau di media seringkali ditulis bahwa saya mengidolakan Anita Roddick (itu karena waktu itu saya ditanya “aktivis lingkungan” mana yang saya idolakan) atau Bruce Lee (itu karena jurnalisnya asal tulis mentang-mentang saya tulis nama Bruce Lee di blog ini :p), role models saya yang sebenarnya, selain Ibu, adalah Aki dan Oma: Prof. Dr. R. H. Moenadjat Wiratmadja (b. 1921) & Hj. Fatidar Moenadjat (b. 1925).

Aki’s books and a pic of him :)

Saya tidak pernah bertemu dengan Aki. Sebab, Aki meninggal di tahun 1980, dan hanya melihat 1 dari 16 cucunya (saya cucu ke-9). Saya hanya bisa mendengar cerita-cerita tentang Aki dari Oma, baik cerita yang romantis, lucu, sampai inspiratif. Saya suka semuanya. Singkatnya, Aki adalah dokter ahli bedah plastik pertama di Indonesia. Ia lulus dari FKUI tahun 1958 , lalu melanjutkan pendidikan ke Washington University/Barnes Hospital di Amerika. Sekembalinya ke Indonesia, Aki mengajarkan ilmu bedah plastik kepada mahasiswa Indonesia (no wonder Tompi visited my grandma when she was hospitalized!). Nama beliau diabadikan sebagai nama unit khusus perawatan luka bakar di RSCM. Aki dikukuhkan menjadi profesor pada tahun 1979, mendapat cucu pertama Februari 1980, dan meninggal Juli 1980.

Setelah itu, Oma terus bertahan hidup dan mengurus keenam anaknya dengan sabar, tabah dan terus berikhtiar. Beliau tidak menyelesaikan kuliah kedokterannya (kata Aki, urus keluarga saja… :D), tapi bisa membesarkan anak-anaknya sampai menjadi, alhamdulillah, sesukses sekarang. Ada yang bekerja di World Bank, menjadi interior designer, dokter, sampai art director! Hanya berbekal ketelatenannya dalam jahit-menjahit dan berhemat. Beliau berhasil bertahan selama 27 tahun tanpa Aki. Berhasil melihat cucu pertama beliau juga jadi dokter!

Jadi, pada hari itu, ketika Oma sudah terbaring kaku di atas sebuah ranjang dari kayu, di ruang tamu rumahnya (yang sekarang jadi rumah saya), saya mengaji di sebelahnya, menangis. Terus membaca sebanyak yang saya bisa, supaya beliau diberi tempat terbaik disana. Lalu, saya menghapus airmata itu, berkata padanya, “I promise, Oma. I will make you proud. I will. I promise.”

Itu terjadi tanggal 3 September, 2007.

Tadi saya berada di sebelah Oma lagi, bahkan juga di sebelah Aki. Tidak menangis. Hanya berbicara dari dalam hati, bercerita tentangĀ  apa saja yang sudah terjadi pada Ibu, pada keluarga saya, pada adik-adik, dan terutama sekali… pada saya. Kadang-kadang, saya setengah mati berharap bahwa ia masih ada di sini, di dekat saya, di suatu tempat yang bisa saya lihat, di suatu tempat yang bisa saya hampiri ketika rapor saya dibagikan, ketika saya mendapat piala atau piagam, ketika saya ulangtahun, ketika saya dimarahi Ibu… Lalu saya berpikir lagi, saya yakin bahwa ia sebenarnya selalu ada di dekat saya, bukan?

Saya melihat nama Aki sekali lagi. Prof. Dr. R. H. Moenadjat Wiratmadja. Or maybe his name is longer than that. Janji saya pun bertambah hari ini. Ketika nanti saya tumbuh lebih tua, dan lebih dewasa, saya harus bisa seperti Aki: menjadi orang yang berguna, menjadi orang yang dihormati, dan menjadi orang yang dikenang.

He lives in you, he lives in me. He watches over everything we see, into the water, into the truth, in your reflection. He lives in you.

Tentang video:
Video ini adalah penampilan “mini” dari “The Lion King” versi Broadway, di acara Rosie O’Donell sebelum Tony Awards 1998 di mana mereka memperolah 11 nominasi. Listen to Mufasa’s voice, sounds like who? Saya nonton versi “Inggris” dari drama musikal ini di Lyceum Theatre. I spent a lot of money, and I don’t regret it. The feeling was even better than going to those football stadiums, especially if you’re a Disney maniac like me!


An Old Politican and A Teen Queen

Reading time: 1 – 2 minutes

The first feature film I was involved with, Queen Bee, has been released for public starting today. As one of the crews, I’ve been given the privilege to watch the gala premiere on Tuesday night and bring a friend. I decided to “bring” Aqi to come with me, I am sure he’d love cocktail parties and will meet his friends. Too bad he was late! So we didn’t take any picture, unfortunately. Thank God I met Diana and Dipy way long before he came. He arrived on around 9 pm, and the movie was suppose to start at 9.10!

img_145112312

G2000 dress, mum’s brown belt, Tonik vinyls bag, Kulkith shoes – with Diana!

So, how was the movie?

[Read more…]