Orasi SpeakFest Music Concert

Reading time: 2 – 3 minutes

Hari Sabtu, 11 Desember 2010, saya diundang oleh Speak dan Transparency International Indonesia untuk ber-”orasi” di acara SpeakFest Music Concert, Panggung Terbuka GOR Bulungan. Acara ini merupakan acara puncak dari SpeakFest, juga untuk merayakan Hari Anti Korupsi Internasional. Walau ada beberapa kesulitan, termasuk di antaranya: berada dalam perjalanan dari Puncak ke Jakarta dengan bus selama 7 jam, perubahan rundown berkali-kali, menghadapi fans Superman Is Dead, tidak bawa baju ganti, dll, akhirnya acara berjalan lancar. Ini posternya:

Di bawah ini, teks orasi saya kemarin. Silakan dibaca bagi yang tidak sempat datang ke SpeakFest Music Concert.

Selamat malam semuanya.

Pertama-tama, gue belum pernah orasi sebelumnya, dan belum punya cukup banyak pengetahuan untuk berorasi. Jadi, hari ini gue mau berbagi cerita aja. Mungkin kita udah sering dengar bagaimana sekumpulan anak muda membuat perubahan, tahun 1928, 1945, 1998… Jadi gue mau cerita tentang hal lain.

Raden Ajeng Kartini, pada akhir tahun 1800an, percaya bahwa seharusnya kaum perempuan diperlakukan secara sama atau setara dengan kaum laki-laki. Ketika ia baru berusia belasan tahun, ia sudah mulai berkirim surat dengan sahabatnya di Belanda. Lalu, Kartini mulai membangun sekolah untuk kaum perempuan. Berkat perjuangannya, derajat perempuan meningkat. Kartini, sendiri, mengubah suatu bangsa.

Bayangkan apa yang bisa terjadi apabila puluhan, ratusan, ribuan anak muda berniat mengubah bangsanya. Menghapus korupsi endemik, misalnya.

Saat ini sebagian orang memandang Indonesia masih sebagai negara yang buruk dan lemah. Di sisi lain, ekonomi kita maju dan berkembang, tetapi masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bayangkan apa yang bisa terjadi jika kita semua, minimal yang ada di sini, minimal beberapa ratus dari yang ada di sini, berjuang untuk menghapus aksi korupsi. Bagaimana bangsa ini akan berkembang? Bagaimana nyawa-nyawa di bawah garis kemiskinan bisa terselamatkan?

Kalau bukan kita yang percaya bahwa bangsa ini bisa berubah menjadi lebih baik, lalu siapa? Jangan cuma bisa jadi pemuda yang kerjaannya cuma menuntut perubahan. Ayo, jadi agen perubahan!

Semoga kalau ada orasi berikutnya, bisa jauh, jauh lebih baik dari orasi kemarin. Mohon maaf kalau masih ada kekurangan ya, teman-teman.