Alanda Kariza

Eliminating the Limits

Happy Now? :D

| 69 Comments

Reading time: 4 – 6 minutes

Di akhir kelas 3 kayak gini, biasanya pada abis-abisan jalan-jalan sama teman sekolahnya. Lo juga kan? Yang ke Dufan lah, ke Puncak lah, ke Cipanas lah..Atau mungkin sekedar nonton Angels and Demons di mall. Atau hunting baju prom bareng-bareng. Atau ke Pasar Senen beli baju bekas. Ya, hal-hal yang “anak Jakarta” lakukan–baik untuk kategori “anak mainstream” sampai ke “anak indie” :p

Gue pengen deh mengalami saat-saat itu.

Mungkin banyak yang ngiri karena kemarin gue pergi, atau karena gue pernah nerbitin buku (yang bahkan nggak laku–jadi nggak usah diiriin kok), atau lainnya. Tapi kadang-kadang gue juga ngiri sama orang-orang biasa di luar sana. Banyak yang bilang gue nggak biasa karena apa yang gue lakukan, banyak yang ngiri karena gue banyak kegiatan, kerja melulu, bisa cari uang sendiri. Hampir semua orang mengasosiasikan gue dengan The Cure For Tomorrow. Tapi The Cure For Tomorrow ya–let it be–dan bahkan, ke mana anak-anaknya sekarang? Hilang ditelan Bumi, tapi bisa dengan bangga bilang, “Eh, gue anak The Cure For Tomorrow lho.” Ketika gue bersama TCFT, ya gue bekerja untuk TCFT. Namun waktu nggak, bisa kan gue jadi diri gue sendiri?

Percaya deh. Sometimes I want my freedom. I want to do the things I am never able to do karena status gue sebagai ‘Ketua TCFT’, atau ‘Finalis CosmoGIRL! of the Year’, atau ‘Global Changemaker’. Padahal temen-temen Changemakers lain mau mabuk, mau ngerokok, terserah mereka aja. Anak-anak TCFT yang lain juga banyak yang hidupnya terserah mereka. Gue mengemban tanggung jawab yang besar. Berbuat salah dikit, berbuat bandel sedikit = “Ih Ketua TCFT bla bla bla bla bla” :D

Selain itu, gue juga pengen baaaaaaaaaaaangeeeetttt ngerasain jalan-jalan sama teman-teman SMA. Percaya deh, selama 3 tahun gue SMA, gue pergi sama teman-teman SMA gue bisa dihitung dengan jari. Itupun nggak pernah benar-benar “janjian” a la “eh pergi yok”. Kalo nggak emang jalan-jalan sekelas, ya gara-gara pulang cepet dan nggak ada kerjaan. Itupun gue nggak pernah diajak. Yang ada gue ngemis bilang “ikut dong, boleh nggak?” Gue nggak merasa ada yang salah dengan gue karena orang-orang di luar sekolah juga nggak ngerasa ada masalah sama gue, di luar sana, gue gampang banget bersosialisasi, gampang banget memulai percakapan, gampang banget menanggapi percakapan. I mean… gue nggak kuper kok. Apa sih yang harus gue punya biar bisa ikut jalan-jalan a la anak SMA? What’s wrong?

Waktu gue tulis di Facebook gue, minta diajak jalan-jalan, temen gue naro comment: “Tadi anak-anak pada ke rumah gue, Lan.” Gue cuma bisa mesem. Meringis banget. Buat foto hasil polling buku tahunan aja gue lupa keajak. Hehehe. Padahal gue dapet 3 polling. Cuma 2 orang yang menang 3 polling. Gue keajaknya baru pas udah pada sampai di sana dan gue keburu sampai di rumah.

Gue nggak menyalahkan siapa-siapa sih. Mungkin mereka ngerasa gue unreachable. Gue bisa kok ngobrolin apa yang mereka obrolin, gue nggak pernah marah kalo ada yang ngerokok, minum, bahkan ngeganja di depan gue, atau joget di atas meja club, haha… Nggak pernah ada masalah. Nggak ada yang salah dengan mereka. Gue nggak sekonservatif itu, gue juga nggak seserius itu. Sekeluarga gue bakal jumpalitan kali kalo ada yang bilang gue serius! Hahahaha.

Apa malah banyak salahnya di gue? Kata orang, “You teach people how to treat you.” And I treated them well. Menurut logika gue… they are supposed to treat me well juga. Iya nggak sih?

Jadi, untuk teman-teman yang baca tulisan ini… Terima kasih ya karena selalu nyempetin baca apa yang gue tulis, dan mendukung apapun yang gue lakukan. Juga buat ‘Trio 29′ yang tadi nyamperin gue di Binus International and said that they love what I do, and they are motivated. Thank you so much.

Meskipun gue belum pernah ketemu beberapa dari kalian yang baca tulisan ini. Gue sangat berterimakasih. Kalian bikin gue ngerasa bener-bener ada, biarpun cuma dari jauh. Kalian bikin gue ngerasa apa yang gue lakuin dan perjuangin selama ini nggak sia-sia, terutama di saat kadang beberapa orang di sekitar gue justru nggak mikirin sama sekali. Buat sebagian dari mereka, gue cuma anak aneh yang kebetulan pacaran sama anak band, gue cuma Alanda yang kemarin pergi dan nggak bawa oleh-oleh. cuma pamer foto-foto Old Trafford. Ehmmmm, kayaknya dia nggak bisa diajak senang-senang deh. Gue cuma Alanda yang seringkali dihubungin waktu anak-anak di sekolah kehabisan ide, atau kehabisan link buat sponsor.

Maaf ya kalo postnya agak radikal. Mungkin bakal ada banyak yang marah-marah gue nulis beginian di blog. Nggak apa-apa deh, ya? Gue pengen cerita aja kok. Karena sejujurnya… Kadang gue nggak tau mau cerita sama siapa :)


69 Comments

  1. Keep your chin up al,
    kadang gue juga suka ngalamin hal kayak gitu, dianggap konservatif atau gak asik cuma dimanfaatin orang, gue juga suka heran kenapa begitu. Beberapa kali gue juga pernah nulis postingan radikal kayak gini. tadi ada satu hal yang baru aja gue omongin sama temen gue, , intinya setiap orang itu pasti diciptain sama tuhan untuk punya chemistry gak di semua kelompok.
    Honestly youre so great for people at our age, diluar sana gue yakin banyak orang yang nungguin postingan diblog lo, nungguin apa yang bakal lo tulis. terinspirasi dan antusias dengan apa yang telah lo buat

    • @Arya
      First of all, congratulations for winning the mini blog competition! Thank you so much for your words and for having faith in me. ;) Good luck for PRIC and your writing career. Go Arya!

  2. hai alanda, jangan jadi ga pd gitu dong sayang. justru menurut gw lo tuh hebat kali, lo punya cara sendiri buat eksis, ga ikut2 orang lain. ya walupun dari cara lo itu mungkin bikin lo kurang bisa baur ma tmen2 lo. gapapa kok bner kata arya kita ga bisa punya chemistry di setiap kelompok. kalo kelompok yg ini ga cocok mungkin kelompok yang satunya lagi bisa nerima elo yang kyk gini. jadi jangan down lagi ya alanda, lo tuh beda, lo tuh keren, lo ga punya alasan buat ga pd lagi. haha. sorry ya sok nilai elo, pdhl kan kita ga kenal sm sekali hehe. semangat alanda! gw selalu nunggu tulisan lo loh hahaha. oiya kamu ada fb ga ?
    kok layout yang ini bikin gw ga bisa baca komen gw ya ? hehe
    *cheers

  3. thanks :), coincidentally we attended same event , it was a pleasure for me. I dont know maybe most of high school student wont be agree with my opinion,some of them may feel that high school life will be the sweetest part of their life, but i think, its just sweet not the sweetest. Actually high school’s life is just a very little part in our life, because we will through long and hard life someday when we getting older and mature. come on, i know you’ll get what you deserve for.

  4. It’s okay for being different, Al. If they’re jealous on you then they’re in the people-you-gotta-avoid list (Miley’s word).

    Bener kata arya di atas, masih banyak kok yang nunggu2 postingan lo. Masih banyak orang di luar sana yang pengen belajar dan inspired dari apa yang udah lo lakukan. Jadi jangan pernah menyesal dengan apa yang udah lo lakukan sejauh ini.

    Gue yakin mereka punya alasan berbuat demikian, dan kalau salah satu alasan mereka itu karena alasan2 yang udah lo sebutin itu berarti mereka berpikiran sempit. Sorry aja ya, bangsa ini butuh generasi yang mau berpikiran terbuka dan kritis. Bukan generasi yang cuma bisa hura-hura doang.

    Serius dalam hidup itu perlu, tapi buat apa serius kalo bisa dibuat fun :]
    Gue melakukan sesuatu selalu berdasarkan fun/nggak. Masalah keseriusan, itu perkara komitmen dalam menjalankannya. Kebanyakan anak jaman sekarang, suka males diajak dalam kegiatan yang rada serius. Padahal kan yang serius itu bisa jadi fun kalau tahu cara ngelakuinnya :]

    Have fun with your life, Alanda. Because there’re tons of people love you out there!

  5. alanda, baca postingan ini jadi sedih deh :( you go alanda!! buat orang seumuran kita lo tuh udah OK banget. dan gue agak shock gitu temen2 lo kadang berbuat kaya gitu. ehehe. i just cant believe mereka kaya gitu. but believe me, smua yang terjadi ama lo itu pasti yang terbaik dan ada hikmahnya. mungkin ga secara langsung, tapi entar2 baru kerasa. and you know what? i always read your posts!!!! :D semangat yaa!!

  6. kikikikik kadang2 jadi orang biasa boring kok (liat saja gue)

    • @a
      Elo orang biasa? Aduh, terlalu merendah deh. You are too talented. But you’re way away from the country where all you need is luck.

      • then it is luck i lack. anyways i feel like i’ve been away way too long and its time for me to head back to motherland. though i have a longing to go back to sydney, the only other city i love from the bottom of my heart and of which has a sentimental value to it, besides jakarta

  7. Semangaaat yaa Al :D
    Gue juga lagi mengalami permasalahan pertemanan Al. Disaat gue lagi mau lulus SMA kayak gini, eeh malah ada temen gue yang menjauh. Good luck yaa Al buat project-projectnyaaa :D

  8. if we were in the same school, I will be please to have a brilliant friend like you :) FIGHTING !

  9. yaampun al, segitunya hehe. gw pernah jg kok ngerasa gitu. gue sendiri kalo di sekolah bukan anak kelompok tertentu. gue emang sahabatan sama Nira tp Nira punya kelompok sendiri yg mana gw kdg juga gaenak kalo mau nimbrung. dan gue merasakannya ketika ada pemilihan kamar buat ke Jogja besok, gue bingung mau sekamar sama siapa! sahabat-sahabat gue punya kelompoknya sendiri. tp untungnya ternyata gw ga sendiri, masih ada satu sahabat gue yg juga ga berkelompok. buat gue sama siapapun oke, karena semua menyenangkan :)
    mungkin org fikir lo adalah org yg temenan hanya dgn org2 tertentu, honestly, gue awalnya berfikir gitu lho hehe. dan lo seperti terlihat canggung kayaknya ya buat memulai ngobrol, gue melihat itu kemaren pas di acara provoke kemaren. padahal temen lo byk disana, tp lo seperti sendiri gitu hhe. mungkin temen2 lo jg bukan berfikir lo konservatif atau gimana, mungkin untuk mengajak lo hang out mereka awalnya berfikir lo mungkin sibuk dengan kegiatan lo yg segudang itu. nikmatin aja lah nda, kadang itu ga seburuk yg lo pikir kok. pernah baca “Perjalanan Mata dan Hati”? kadang lo mikir seperti itu karna lo merasa minder aja, lo merasa kurang bisa bersosialisasi. padahal mungkin org pikir, mereka yg minder karena rasanya susah ya mau berteman sama lo. bisa aja karena lo yg canggungan atau terlihat diam gitu :)

    • @echaa
      Enggak kok, gue berteman dengan hampir semua orang. Mungkin cuma ada beberapa orang yang gue avoid, tapi itu juga karena they did very bad things to me yang bisa ngeharm gue. Gue nggak canggung kok untuk memulai ngobrol, tapi lo dan lain-lain kan semuanya udah punya circle sendiri, jadi gue ngerasa kurang appropriate aja kalo tiba-tiba gue nimbrung :p Tapi kemaren ada orang-orang yang bisa gue ajak ngobrol kok. Gue kenalan sama orang dari Kedubes Australia, Endah & Rhesa… I also spent minutes with a lot of Agent Provocateurs. :D Terima kasih banyak ya atas commentnya, Cha. Really appreciate it. Maaf kalo kemarin kelihatannya gue canggung atau gimana, I just didn’t feel it, my mood didn’t come back after this breakdown.

  10. Alanda, sorry to be so blunt but you should go out and be a teenage girl that you are. Kick back, go crazy, have fun and break a leg :). Having fun is just as important for your emotional development as anything else. Chill out nda, ure a great person :p

  11. halo, wah gw kira yang beginian cuma ada disinetron ato tv aja. ternyata deket ya. anyway, cheer up girl.

  12. nda nda..jangan kesel…temen2 lo gak bermaksud gitu kok,buktinya lo masih ditelfon, cuma ya karena lo sering gak bisa jadinya merek alupa atau berasumsi sendiri “alanda buikannya gak bisa ikut…” begicuu…

    • @beLLboy
      Gue hampir selalu bisa kok buat mereka Dit. Hal lain biasanya gue cancel karena gue jarang-jarang bisa pergi. Tapi gak pernah diajak aja ;) Nggak kesel kok, curhat doang. Gue nggak pernah kesel sama mereka, kadang-kadang sedih aja. Kayak anak homeschooling.

  13. hehe gapapa kok, gw jg mau negor elo agak ragu. lo tau muka gw ga yaa hahaha. itu sih sebatas perkiraan gw aja. karena gue jg sering merasa seperti itu di sekolah karena gw ga bermain dlm kelpmpok tertentu. gapapa tau ikut nimbrung gitu kan beberapa lo kenal juga :)
    jgn sedih lg al, byk kok sebenarnya yg mau temenan sama lo. mungkin mereka juga sebenarnya merasa minder atau malu2 mau main sama lo. sama seperti yg Tara blg “if we were in the same school, I will be please to have a brilliant friend like you” :)

  14. hey nda, check your inbox! ia lready emailed you about this post! :)

  15. Hai :)
    Mungkin ini hanya ‘grew apart’ problem. Pernah juga ngalamin hal kaya gini. Maybe because you’ve been too busy doing what you did. So they just forget. Coba deh jadi yang mulai bikin rencana jalan2.

    Btw, I’m gonna link you. Is it ok?

    Have a good day :)

  16. in different ways high school sucks dear :) but yours sucks in a cool way… hahaha… Gue ngerti banget keadaan lo sekarang, tapi lo bakal dapet BFF yang enggak bakal lupa ngajak lo jalan dan selalu ada ngedukung lo. Serius deeh.. Gue dapetnya juga pas kuliah… hehehehe…

  17. My friend told me these for the same case like you have: I don’t know if I have to be thankful or not for being this stressful when other peers in our age are having fun with their life. But trust me, there are secret after secret behind all of this. Something different, not quite special but important, about all of these painful, loneliness, and varies judgements from strangers that we have barely known. I believe you’ve been think so.

  18. Jangan gitu dong nda. Liat aja orrang-orang kayak gue yang ngeluntang lantung gak jelas hahahaha. Gue tetep bahagia kan? :P :P Anyway,kalo mau cerita kuping gue terbuka lebar kok hehehehe

  19. Seems like what you didn’t get is almost nothing compared to what you’ve achieved haha, but as a teenager having those unavoidable moments of social nervousness is not uncommon. It’s human nature to try to fit in. Keeping your eyes on the bright side of things will get you through most problems, though. So keep the optimism up, positive thinking is positive!

  20. See? Many people love you Al! :D

    Dengan nulis begini emang nggak ada salahnya, lo bisa introspeksi diri lo sendiri (kalo di Psikologi Klinis sih semacam Self-Report hehe), menyimpulkan apa yang sudah lo perbuat dan didiskusiin sama orang lain (bukan psikolog sih emang, lagipula ga perlu hehe).

    If I were your friends you mean on your post, I will waiting for your next-next-next stories about your ‘rich’ activities :)

    Sejujurnya, gue sempet kagum pertama kali tau tentang lo. Cewek yang lebih muda (oh God) dari gue udah berbuat banyak buat society dan lingkungan. Gue jadi malu sendiri, karena setua ini belum bisa ‘menghasilkan’ apa2 (now I’m struggling for God’s sake). You’re inspired me and change the way I think about environment.

    You’re just okay :)

  21. Al, seriusan deh, gue bener-bener malah pengen jadi lo! Bener-bener berprestasi dan orang tua juga otomatis akan bangga kan? Serius, lo adalah salah satu inspirator gue. Gue sebenernya pengen punya opportunity untuk do something yang gak sia-sia di usia se-kita gini, ya simply just like what you did. Cuma gue gatau harus mulai gimana dan ngapain. Bener deh Al, mungkin sekarang lo dan environment lo belom begitu kenal deket kali ya? Coba kita tunggu aja di kehidupan perkuliahan hehe gue jadi sok tau gini. Tapi gue juga setuju sama komen-komen temen lo diatas, Al :)

  22. (K)(K)(K)(K)!!!! hahaha kiss2 doang, pokonya ailopyu deh landoezee

  23. kak, gue juga suka ngerasa kyk gtu, oke mungkin sering.
    kadang capek juga berharap people will treat us well kayak kita ke mereka.

  24. hehe. kadang gw juga ngerasain hal yg sama. keep up ur spirit!!!

  25. iya lan, itu gw ga ngegaullz tapi nemenin kakak gw en suaminya cari makan aja hahaha

  26. wah bener-bener persis banget kayak yang aku alamin sekarang ini. temen-temen ku juga kayak gitu. serasa diasingkan, dan rasanya nggak enak bangeeeet. lebih enak bergaul sama orang-orang di luar lingkungan sekolah, mereka jauh lebih bisa menghargai kita

  27. Meskipun lo nggak “normal”, you know it will all pay in the future. Geez, you’re such an amazing person, i never thought you could feel this way! Well, of course ya, gue ngerti perasaan lo nda, tapi believe me, everything you’ve achieved is really nothing compared to the ordinary “mainstream lifestyle” of indonesian teens these days!

    • Hehehehehe makasih Cassey. Yes, I could feel this way, of course. I need offline friends! :p Thank you so much for being one of the greatest friends though we haven’t met each other in person.

  28. lo juga enak tau lan, punya adik2 menggemaskan aaaaaa haha

  29. Alanda, kelas 3 sma sekarang? Waa, kita seumuran yaa. Hehe. Anyway, baru pertama kali baca blog lo dan gue ngerasa ‘kena’ banget dengan postingan ini. Uhm, nggak bisa blg apa2 sih, ini hidup dan kadang hidup itu terlalu jahat untuk dipelajari, iya nggak sih? Bersyukur aja walau kdg rasanya susah dan bnyk pertanyaan. Tapi bener loh komen dari Tara, pasti kalau kt satu sekolah, bakal seru deh ngobrol2 sama lo :) Semangat ya.

  30. Don’t thinking too much, it kills! Haha, btw blogwalking

  31. kak…. mudah2an baca ya, aku baru baca post2 lamanya, aku suka banget loh sama kak alanda, aku mau banget deh 1 angkatan sama kakak, aku junior kakak di 82, dulu kakak pernah kasih ide buat Plan gatau deh kakak masih inget atau gak hehe. gak nyangka dulu pernah ngalamin kayak gini jg kak. kalo aku kenal sama kakak, aku mau banget deh jd temen kakak. kak alanda bener2 inspirasi aku :)

  32. Oh this post, “It’s me” banget! ternyata gueee gak sendiriiiii hehehehehehee

  33. wew !
    sometimes i think the same way as yours about my self..
    ga enak ya disebut “unreachable”
    walau saya belum punya jam terbang tinggi, tapi beberapa kegiatan di kampus dan interest saya sering dicap orang “unreachable”

    ya ampun al..
    so how to fix it, anyway??

  34. Well, I think every orang jago has been that way and maybe I thought right.

Leave a Reply

Required fields are marked *.

*