Indonesia berduka.
Itu yang saya tangkap pagi ini, ketika saya tiba di kantor dan mendengar bahwa dua hotel internasional di kawasan Kuningan, yakni Ritz-Carlton dan JW Marriott, menjadi sasaran pengeboman oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Saya panik ketika itu. Mengapa? Bagaimana kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia? Saya, sebagai salah satu orang Indonesia yang berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat internasional, mendengar langsung pandangan dari orang-orang di negara lain terhadap Indonesia yang semakin ke sini, semakin membaik. Kita telah bersusah-payah bertahun-tahun mengembalikan gambaran baik mengenai Indonesia kepada dunia internasional yang sempat punah, dan dengan beberapa ledakan, gambaran tersebut harus kembali rusak. Entah berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk memperbaiki hal ini.
Pagi ini pula, saya login di Twitter dan menemukan ‘Jakarta’ dan ‘Ritz-Carlton’ menjadi dua dari trending topics yang ada Twitter.
Malam ini semuanya berubah. #indonesiaunite menjadi trending topic di peringkat teratas, mengalahkan pemutaran perdana Harry Potter, pembicaraan tentang Michael Jackson, dan bahkan #iranelection. Hari ini kita membuktikan pada dunia bahwa teroris tidak mengguncang Indonesia. Manchester United boleh jadi batal ke sini, begitu juga dengan beberapa band yang dijadwalkan untuk menyelenggarakan konser di Bulan Agustus, tapi warga Indonesia – khususnya pengguna Twitter – justru melakukan sesuatu bersama-sama, menunjukkan bahwa Indonesia tetap kuat dengan mengupdate banyak informasi berhubungan dengan #indonesiaunite dan mengganti avatar Twitter dengan warna merah-putih.
Hari ini, ada banyak pesan nasionalis yang muncul melalui status di Twitter. Pada awalnya, semua status di Twitter menunjukkan kebencian terhadap teroris, main tuding kepada capres-cawapres yang tidak menang dalam versi Quick Count, sampai mengutuk teroris hanya karena MU dan band-band favorit mereka batal datang ke Jakarta. Namun, semua itu berubah, menjadi kebanggaan sebagai orang Indonesia, menjadi keinginan agar Bangsa Indonesia bersatupadu melawan ancaman teroris.
Prestasi ini membawa kebahagiaan tersendiri untuk saya. Mengapa? Saya merasa bahwa nasionalisme masyarakat Indonesia sudah meningkat secara drastis. Pada peristiwa-peristiwa pengeboman sebelumnya, Indonesia hanya bisa berduka. Tapi hari ini, kita melakukan sesuatu. Sesuatu yang kecil, tetapi ternyata sangat berarti, dan membawa impact emosional yang besar.
Ada seseorang yang mengirimkan tweet:

Hal ini menyadarkan saya, bahwa mungkin hikmah dari kejadian ini adalah bersatupadunya pemuda-pemudi Indonesia untuk membuktikan pada dunia bahwa Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin melawan terorisme. Hal ini juga menyadarkan saya bahwa nasionalisme belum mati. Bangsa Indonesia tidak mengutuk terorisme karena batal melihat Ryan Giggs secara langsung, mereka mengutuk terorisme yang telah merusak nama bangsa di mata dunia.
Mengutip Arsalan Iftikhar, international human rights lawyer dan pendiri TheMuslimGuy.com: As the 240 million wonderful people of Indonesia mourn this terrorist attack on their soil this evening; we want the people of Jakarta to know that the rest of the world mourns alongside with you. 
Semoga nasionalisme Bangsa Indonesia tidak berhenti sampai di sini.
Recent Comments