Our First Duet Trip to Singapore

Reading time: 2 – 4 minutes

Saya dan adik saya yang berusia 9 tahun, Fara, baru saja diundang untuk mengunjungi Hospital Land dan mengikuti kegiatan Doctor-for-a-Day di Mount Elizabeth Hospital Novena, Singapura. Ketika menerima undangan tersebut, tentu saja saya segera mengiyakan ajakan ini, mengingat saya belum pernah berkesempatan untuk mengajak adik saya jalan-jalan.

Di hari Minggu pagi, tepatnya tanggal 28 September, kami pun berkunjung ke Mount Elizabeth bersama sejumlah perwakilan media asal Indonesia. Sesampainya di sana, ruangan lobi rumah sakit sudah disulap menjadi Hospital Land, di mana anak-anak berusia 4 sampai 10 tahun bisa belajar tentang berbagai profesi yang mendukung kegiatan di rumah sakit. Ada permainan A-B-SEE di mana anak-anak bisa menjadi optometrist, Build A Body di mana peserta bisa belajar soal anatomi tubuh, section untuk menjadi pharmacist, maupun belajar soal radiologi. Permainan-permainan ini dilengkapi dengan alat-alat yang child-friendly dan penuh warna – seperti yang biasa kita lihat di KidZania (bahkan mungkin lebih seru, karena diselenggarakannya di rumah sakit betulan). Fara dan teman-teman seusianya pun begitu bersemangat untuk tahu lebih banyak soal profesi-profesi yang berhubungan soal medis.

DSC01182 copy

Setelah selesai “berkelana” di Hospital Land, kami pun diajak ke lantai dua di mana para peserta bisa mengikuti kegiatan Doctor-for-a-Day. Sebagai pengantar, saya hanya diperbolehkan untuk mengobservasi dari luar, tetapi para peserta bahkan diminta untuk mengenakan scrubs yang biasa dipakai para dokter ketika hendak mengoperasi pasien. Di kegiatan ini, Fara belajar banyak hal soal menjadi dokter, mulai dari bagaimana caranya menggendong bayi di nursing room, sampai mengobati luka bakar bagi orang yang habis menjadi korban kebakaran di emergency room (bayi dan korbannya sih tentunya bohong-bohongan, ya).

Seru banget, deh, pokoknya! Kebetulan, Fara memang bercita-cita untuk menjadi dokter — walaupun sejauh ini keinginannya memang menjadi dokter hewan. Ia jadi tambah semangat, apalagi setelah sepulang dari acaranya, semua peserta dibekali dengan sertifikat dan berbagai badge yang menunjukkan bahwa mereka telah lulus menjadi “dokter” di Mount Elizabeth Hospital. Sekembalinya ke Jakarta, Fara pun bisa “mengalami ulang” perjalannya di Singapura dengan memainkan aplikasi Doctor-for-a-Day yang dirilis oleh Mount Elizabeth Hospital. Konon kabarnya, versi Bahasa Indonesia-nya akan diluncurkan akhir tahun ini.

It’s been a one-of-a-kind trip with my youngest sister! How about you? Pernah jalan-jalan ke mana dengan kakak atau adik kamu?


Summer Holiday: NIVEA Sun Land!

Reading time: 4 – 6 minutes

What do you think of whenever you hear the phrase “summer holiday”? In my case, all I can think of would be: sun, friends, swimming, and – of course – the beach! Unfortunately, I have other things to do this summer. I am currently completing my internship commitment (of which I would share in details in my next posts), which makes my summer slightly different from what I can imagine.

For my ultimate summer holiday, it’s imperative for me to put sunscreen on! Sometimes, I don’t even bring my swimsuits, but I always bring my sunscreen with me whenever I spend my days outdoors (especially around the pool, beach, and anytime under the sun!). Here are a number of tips from this website about applying sunscreens:

  1. Reapply sunscreen in every two hours! This is something I did not know before. No wonder I got sunburn in Belitung – I did not reapply my sunscreen as often. The sunburn really hurt my skin – it’s far from some sexy tan! Good thing my traveling mate brought some after sun gel with aloe vera that soothed my skin directly.
  2. Sunscreen should be applied 1.5 hours before going out to the sun. Most people only apply sunscreen right before they spend their time outdoors. Apparently, if we put sunscreen earlier, it gives time for our skin to absorb the sunscreen and its ingredients.
  3. Makeup and moisturizers with sunscreens are never enough. We still need to apply a broad spectrum sunscreen if we are going under the sun for hours.

When we talk about under-the-sun skin treatments, we can never miss NIVEA. I remember how I used to apply NIVEA creams whenever I wanted to swim under the sun. I’ve been following @NIVEA_ID’s timeline and been envious about the NIVEA Sun Land event going on in Kuta Beach as we speak.

Anyone can come visit NIVEA Sun Land at Kuta Beach this weekend for free. There are several activities that would make us all yearn to be there and enjoy the ultimate summer holiday. There are longchairs that could be used by visitors for free, bouncy castle for kids, have massage in Massage Land (with a purchase of NIVEA Sun products), photo booth, volleyball arena, and cool lounge. There are also band and DJ performances. Moreover, visitors can win a BlackBerry Apollo by tweeting pictures of #NIVEASunLand and win MAP gift vouchers from on-the spot quizzes.

From the event reports also, I was curious to know more about NIVEA’s line of NIVEA Sun products. NIVEA Sun is the number 1 suncare brand worldwide.

Apparently, there are far more negative effects of sun rays other than getting burnt. The scariest one would of course be skin cancer and wrinkles, but in the short term, our skin might get really dull and dry. NIVEA Sun has a wide range of products that would help us protect our skin from the negative effects of sun rays. It includes Body Sun Protection with a variety of SPF amount. NIVEA Sun has those with SPF 20, 30, and 50. They also have Face Sun protection products, which are face creams with SPF 50. Moreover, NIVEA also has NIVEA Sun Moisturising After Sun Lotion (which I would really need if I ever get sunburn again).

I really can’t wait to have my (delayed version of) summer holiday! Perhaps this September. Can’t wait to get my hands on on the new range of NIVEA Sun too!

P.S.: NIVEA Sun Land at Kuta Beach is still on until tomorrow. Anyone of you is coming? :) 


Journey with Bold

Reading time: 2 – 4 minutes

Last December, I was given the chance to travel to Lombok and the Gili Islands for a few days by BlackBerry Indonesia. I, Nicholas Saputra, Artasya Sudirman, and Kristupa Saragih visited a few (beautiful) places in the archipelago in the “Journey with Bold” programme. The travelogue will be released hopefully soon (so, stay tuned). As for now, do enjoy some snapshots I took with my phone and my friend’s camera. For more photos, you can go to this site and witness the journey. You can also watch the “teaser” here.

watch?v=y_OdV83Du0E

Perang Topat – An annual event in Lombok to celebrate diversity
Tanjung Aan, Kuta, Lombok
Being taught how to make gerabah handcrafts by local craftswomen
View from my room in our private villa
Dining at Square, Senggigi
Sunny days, orange and pineapple juice


Siap untuk menjadi inovator muda?

Reading time: 2 – 2 minutes

Sebagai generasi yang hidup di era yang seperti sekarang ini, kita tidak perlu bersusah payah untuk melakukan berbagai hal. Di zaman dahulu kala, belum ada sepeda, listrik, apalagi internet. Pergi ke luar kota harus berjalan kaki selama berhari-hari. Mau mengirim pesan, harus minta bantuan merpati pos. Mau mengumumkan sebuah berita penting ke seisi kampung, harus pakai kentongan. Ribet banget, ya? But now, thanks to technology, everything can be much easier.

Kita harus berterima kasih kepada para inovator yang telah membantu membuat hidup kita jauh lebih baik. Contohnya, Thomas Alva Edison yang telah menemukan lampu listrik, atau Wright Bersaudara yang telah menemukan pesawat terbang. Bukan hanya di luar negeri. Di Indonesia pun, kita bisa menyebut banyak nama yang telah sukses sebagai inovator. Ada nama Tirto Utomo, orang yang pertama kali memproduksi dan menjual air putih dalam kemasan. Ada nama Satya Witoelar, orang yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi.

Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan, “Bisakah saya menjadi seorang penemu juga?” Saya percaya nggak ada yang nggak mungkin, termasuk menjadi penemu atau inovator. Dengan menekuni passion kita, pasti kita bisa menemukan masalah di lingkungan kita dan mencari solusinya.

Tadi malam, saya menemukan sebuah program menarik yang bernama Lenovo DoNetworkID. Program ini diperuntukan untuk siapapun yang bisa membuat suatu inovasi untuk mengubah dunia, walau dimulai dari langkah kecil. Untuk mengikuti program ini, kita perlu melakukan pendaftaran (selambat-lambatnya tanggal 25 Januari 2012). Setelah itu, ada pemilihan finalis sampai tanggal 29 Februari 2012, dan pengumuman pemenang pada tanggal 1 Maret 2012. Setiap tim akan memiliki mentor, yaitu Budi Putra (konsultan teknologi), Nurdiansyah (peneliti dan pemerhati pendidikan), dan Onno W Purbo (independent IT writer).

Selain itu, kita juga bisa menunjukkan dukungan dengan memasang twibbon melalui http://t.co/Yae7e1Dt. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs ini ya: http://bit.ly/t5zUmm.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.


Kantor Baru KASKUS!

Reading time: 3 – 5 minutes

Belakangan ini, saya sering menghadapi situasi di mana saya merasa membutuhkan sebuah “kantor”. Saya bekerja secara freelance; dan pekerjaan saya menuntut saya untuk bisa berpikir secara inovatif dan kreatif sepanjang waktu. Sayangnya, hal tersebut sulit untuk saya dapatkan di rumah (yang suasananya terlalu rileks), apalagi kampus (yang suaasananya menuntut saya untuk “belajar” terus :p). I want a new “office” for my birthday! 

Dulu, saya selalu bercita-cita untuk mendatangi (dan bekerja di) Googleplex, Twitter headquarters, atau kantornya Pixar — semata-mata karena kantor-kantor tersebut sepertinya merupakan tempat yang menyenangkan untuk bekerja. Since a few weeks ago, I have a new obsession, which would be KASKUS’ new office. :)

KASKUS, yang kita kenal sebagai salah satu situs terbesar di Indonesia, di mana siapapun bisa berinteraksi dalam hal apapun (mulai dari hobi, jual-beli, bertukar jokes, berita, dan lain-lain, baru saja menghadiahi dirinya sendiri dengan sebuah kantor baru! Ulangtahun KASKUS yang keduabelas jatuh pada tanggal 6 November lalu, dan beberapa orang dari berbagai komunitas diundang untuk melihat-lihat kantor barunya di Menara Palma, Kuningan.

Kantor KASKUS terbagi menjadi dua lantai. Di lantai P10, ada “batcave”, yang menjadi ruang tersembunyi pendukung keberadaan operasional KASKUS. Di sana ada kantin pribadi di mana karyawan bisa menyantap makan siang secara gratis, wall of ideas yang dipenuhi quote mengenai dunia digital, serta workspace yang terdiri dari server room serta dynamic space untuk KASKUS officers yang bergerak di bidang sales, finance, marketing, serta Board of Directors. Tidak hanya itu, di lantai ini juga ada Private Theatre, yang bisa dialihfungsikan menjadi bioskop mini, music lounge, atau tempat menyelenggarakan mini workshop.

 

Sementara itu, di lantai P11, terdapat KASKUS PLAYGROUND. Yang pertama ada Green Room di mana tamu bebas memainkan berbagai permainan, seperti mini golf. Selain itu, juga ada Secret Room, di mana staf KASKUS melakukan rapat dan presentasi. Untuk workspace yang ada di lantai ini, ada juga sebuah “catwalk” di mana KASKUS officers bisa menunjukkan potensi mereka. Catwalk ini menyambungkan ruangan lain dengan Game Room, yang merupakan sebuah ruang relaksasi di mana KASKUS officers bisa hang out bersama satu sama lain. Ada juga family section untuk meletakkan barang-barang favorit, dynamic space untuk divisi kreatif, promosi, konten, komunitas, dan programming, serta meeting room.

 

Really, this is something to be proud of! Saya percaya bahwa sudah saatnya masyarakat Indonesia mulai berani out of the box. Tidak hanya berpikir secara inovatif, tetapi juga melakukan berbagai hal secara inovatif, termasuk dalam desain interior dan arsitektur sebuah kantor. KASKUS, sebagai salah satu bisnis di bidang teknologi informasi yang paling membanggakan di Indonesia, telah menjadi salah satu pionir dalam hal ini. Sekali lagi, selamat ulang tahun, KASKUS!

(OK, now it’s the time to prepare for my resume and application letter to work in KASKUS…)


Downloading is NOT a Bad Thing!

Reading time: 2 – 3 minutes

Ketika saya dan teman-teman merancang konsep rangkaian kegiatan Road to Indonesian Youth Conference, sering banget terpikirkan oleh kami mengenai budaya “pembajakan” yang ada di Indonesia, dan mungkin di seluruh dunia. Berkat fasilitas download yang tersedia di berbagai situs hosting, kadang-kadang kita sebagai pengguna internet tidak sadar bahwa downloading secara ilegal, atau tanpa konsen dari orang yang karyanya kita unduh, sama saja dengan pembajakan. Saya seringkali berharap, ada fasilitas yang memungkinkan kita mengunduh banyak lagu, termasuk lagu Indonesia, secara legal. Di luar negeri, ada banyak vendor yang menyediakan fasilitas download secara legal. Sayangnya, tentu saja mereka tidak memiliki database lagu-lagu Indonesia untuk diunduh. Ingin sekali rasanya membuat kampanye “Stop Pembajakan”, terutama yang berhubungan dengan pengunduhan lagu secara ilegal melalui internet.

Minggu lalu, saya mendengar tentang Nokia X6 dan berkesempatan untuk mencobanya. Fitur yang langsung menarik perhatian saya adalah Nokia Comes With Music—yang langsung menjawab pertanyaan saya akan apa arti hashtag #comeswithmusic yang ada di Twitter. Ternyata, Nokia merayakan Hari Musik Nasional dengan memperkenalkan layanan ini.

Dengan ponsel Nokia yang dilengkapi oleh layanan Comes With Music (selain X6, nanti akan ada seri-seri lain yang dilengkapi dengan layanan ini), kita bisa mengunduh lagu—sebanyak… tidak terbatas!—melalui database lagu Nokia yang memiliki lebih dari 3 juta lagu selama 12 bulan. GRATIS! Download-nya nggak harus pakai ponsel, tapi bisa juga dengan PC yang terhubung dengan ponsel tersebut. Jadi, lagu yang diunduh nggak dibatasi dengan kapasitas memori ponsel kita. Nokia juga punya Ovi Player, software yang bisa digunakan untuk download lagu, mengatur lagu, transfer musik, dan lain-lain.

Di database Musik Ovi, ternyata ada koleksi lagu Indonesia yang relatif lengkap. Mulai dari lagu-lagunya Sherina, sampai lagu-lagu almarhum Chrisye. Selain itu, juga ada lagu-lagu internasional, bahkan yang tidak terlalu “terkenal” di Indonesia, seperti band OK Go dan The Script.

Semoga inovasi Nokia ini bisa membuat kita, pemuda Indonesia, bisa mulai menikmati ribuan lagu secara legal, bukannya main unduh di internet, copy dari hard disk teman, maupun rip dari CD milik teman. Sudah saatnya pemuda Indonesia lebih menghargai Hak Kekayaan Intelektual dan copyright—supaya musik Indonesia bisa lebih maju lagi. Amin!

Well, any youth can dream… and any youth can achieve it :)