Our First Duet Trip to Singapore

Standard

Saya dan adik saya yang berusia 9 tahun, Fara, baru saja diundang untuk mengunjungi Hospital Land dan mengikuti kegiatan Doctor-for-a-Day di Mount Elizabeth Hospital Novena, Singapura. Ketika menerima undangan tersebut, tentu saja saya segera mengiyakan ajakan ini, mengingat saya belum pernah berkesempatan untuk mengajak adik saya jalan-jalan.

Di hari Minggu pagi, tepatnya tanggal 28 September, kami pun berkunjung ke Mount Elizabeth bersama sejumlah perwakilan media asal Indonesia. Sesampainya di sana, ruangan lobi rumah sakit sudah disulap menjadi Hospital Land, di mana anak-anak berusia 4 sampai 10 tahun bisa belajar tentang berbagai profesi yang mendukung kegiatan di rumah sakit. Ada permainan A-B-SEE di mana anak-anak bisa menjadi optometrist, Build A Body di mana peserta bisa belajar soal anatomi tubuh, section untuk menjadi pharmacist, maupun belajar soal radiologi. Permainan-permainan ini dilengkapi dengan alat-alat yang child-friendly dan penuh warna – seperti yang biasa kita lihat di KidZania (bahkan mungkin lebih seru, karena diselenggarakannya di rumah sakit betulan). Fara dan teman-teman seusianya pun begitu bersemangat untuk tahu lebih banyak soal profesi-profesi yang berhubungan soal medis.

DSC01182 copy

Setelah selesai “berkelana” di Hospital Land, kami pun diajak ke lantai dua di mana para peserta bisa mengikuti kegiatan Doctor-for-a-Day. Sebagai pengantar, saya hanya diperbolehkan untuk mengobservasi dari luar, tetapi para peserta bahkan diminta untuk mengenakan scrubs yang biasa dipakai para dokter ketika hendak mengoperasi pasien. Di kegiatan ini, Fara belajar banyak hal soal menjadi dokter, mulai dari bagaimana caranya menggendong bayi di nursing room, sampai mengobati luka bakar bagi orang yang habis menjadi korban kebakaran di emergency room (bayi dan korbannya sih tentunya bohong-bohongan, ya).

Seru banget, deh, pokoknya! Kebetulan, Fara memang bercita-cita untuk menjadi dokter — walaupun sejauh ini keinginannya memang menjadi dokter hewan. :) Ia jadi tambah semangat, apalagi setelah sepulang dari acaranya, semua peserta dibekali dengan sertifikat dan berbagai badge yang menunjukkan bahwa mereka telah lulus menjadi “dokter” di Mount Elizabeth Hospital. Sekembalinya ke Jakarta, Fara pun bisa “mengalami ulang” perjalannya di Singapura dengan memainkan aplikasi Doctor-for-a-Day yang dirilis oleh Mount Elizabeth Hospital. Konon kabarnya, versi Bahasa Indonesia-nya akan diluncurkan akhir tahun ini.

It’s been a one-of-a-kind trip with my youngest sister! How about you? Pernah jalan-jalan ke mana dengan kakak atau adik kamu?

6 thoughts on “Our First Duet Trip to Singapore

  1. Selamat Ya dr. Fara, impian-nya telah terwujud. Oh senangnya…. pasti senang sekali. Nanti, Kamu dewasa pasti bisa jadi generasi dokter hewan yang keeren.

  2. Waaaa gemesin banget acaranya! Semoga Farah makin semangat dan giat menggapai cita2nya yaa. Harus lebih hebat dari kakaknya nih hihi :P glad to know you were able to join your little sister on this trip, siblings bonding time memang paling okee. Have a good day!

  3. Ash

    Lando! Holly Molly! Fara udah segede itu? Kelas berapa dia sekarang?
    Aisha udah SMA yah? Di mana? Ah time flies so fast, so fast.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *