Alanda Kariza

Eliminating the Limits

Entering The Press Pit

| 2 Comments

Reading time: 2 – 3 minutes

Written by Ryan Novianto, founder of JakartaConcerts.com.

  1. No Flash Rule
    Peraturan mendasar dari stage photography untuk international concerts adalah NO FLASH. Sebab, si artis akan merasa terganggu dengan flash yang berasal dari 20 kamera (atau bahkan lebih) yang langsung menyorot wajah mereka dari depan panggung. Dengan kondisi ini, awalnya saya sempat panik. Tapi, alhamdulillah, sekarang sudah menemukan ramuan “pas”-nya.
  2. Limited Time
    Stage photographers tidak pernah punya banyak waktu untuk bereksperimen. Saya dan teman-teman dari JakartaConcerts.com paling banyak mendapat jatah memotret selama 3 lagu (kalikan @ 3-4 menit). Beberapa promotor bahkan hanya memberi jatah 5 menit untuk memotret. Dengan kondisi awal nggak tahu lighting bakal seperti apa, begitu juga blocking sang artis, belum lagi berdesakan dengan fotografer lain di pit. Terlebih lagi kalau konser tersebut menarik banyak media, rebutan spot bagus pastinya.
  3. Lenses
    Harus selalu siap ganti lensa! Banyak momen di dalam konser yang jarang terjadi, misalnya freezing moments-nya Switchfoot (dan stage act lain yang gila). Kita harus bisa “meramalkan” apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi bisa mempersiapkan mau pakai lensa apa. Saran saya, sediakan lensa tele, wide danfixed 50 mm. Tele untuk close up artis, wide untuk menangkap semua personil, dan fixed 50 mm sebagai surga, dengan bukaan 1.8, lighting redup sih santai!
  4. (Another) Lighting Issue
    Jangan kaget kalau lighting jelek. Karena, di 3 lagu pertama, biasanya lightingnya super jelek. Entah sengaja atau kebetulan, tapi ini sering terjadi. Untuk menyiasatinya, siapkan ISO 800 sampai 1600.
  5. Mental!
    Yang paling penting, siapkan mental, jaga emosi. Kita akan rebutan spot di pit, bisa ketutupan fotografer lain. Dan kita, nggak bisa marah dalam kondisi ini. Karena ini sama-sama pekerjaan kita, harus kompromi. Setelah jatah foto selesai, kita pun akan “diusir” sama security, terutama security dari artis itu sendiri.

Saran saya, banyak-banyak latihan di Java Jazz Festival atau event lainnya yang memperbolehkan kita membawa kamera DSLR.

See you on the press pit!

Regards,
Ryan Novianto


2 Comments

  1. lebih cihuy lagi kalo bawa 2 kamera sekaligus, yg 1 pasangin lensa wide f/2.0, 1 lagi pasangin lensa tele f/2.0 juga. kalo bisa yg AF nya super ngebut sekalian. i know, it costs a lot of money. but that’s obviously one hell of a shortcut. if you can afford it, then low-light is your friend, and say goodbye to those missed moment because of pain-in-the-ass-lens-changing. also, keep your ISO speed to 1000 or 1600, and f/2.0 or as low as you can get, so you can still punch a 1/100 or maybe even faster shutter speed, just in case someone bump into you while you’re trying to snap the greatest moment of the concert.

    in the end, practice makes perfect. but nothing’s perfect. so why bother practicing? hehehe.. =P

    Wow, you visited my blog. Yeah, these tips are available for the ones who cannot afford such thing (yet). Thank you anyway!

    Guys, read on Bondan’s tips too, will you?

Leave a Reply

Required fields are marked *.

*