Giving back to others

Standard

Hari ini, salah seorang teman saya menceritakan mengenai 3 orang yang telah mengabdi kepada komunitasnya melalui berbagai bidang. Orang-orang yang telah melakukan banyak hal yang berguna bagi komunitasnya, tetapi belum banyak menerima dukungan dari orang lain (bahkan, ketika saya coba Googling, hampir belum ada media yang merekam cerita mereka). Padahal, bagi saya cerita mereka menarik sekali untuk disimak.

 

Yang pertama, ada Endang Mintarja, yang akrab disapa “Kang Endang”. Pengabdian Kang Endang dimulai dari penunjukkannya untuk menjadi salah satu pengurus Rumah Singgah Anak Tersayang yang berada di kawasan Kwitang. Setelah mengenal lebih jauh mengenai konsep ini, Kang Endang menjadi salah satu pimpinan rumah snggah lain, yakni Rumah Singgah Sakinah. Ia pun mengembangkan rumah singgahnya denga menyelenggarakan berbagai program baru, seperti melakukan perlindungan bagi anak jalanan yang terjerat hukum, dengan bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jakarta. Ia juga melakukan pendampingan terhadap anak jalanan melalui program “Kembalikan Senyum Kami”.

‘Satria’ kedua adalah A. Syarifudin, yang awalnya bercita-cita untuk menjadi seorang hakim tapi akhirnya justru menjadi seorang guru. Sejak tahun 1999, ia membina anak jalanan, namun akhirnya mulai mengajar paket C SMP-SMA, diikuti dengan mengajar di SMP. Syarifudin pun lalu mendirikan sebuah SMP bagi anak putus sekolah di Jatinangor. Pada awalnya, ada bupati yang berkenan meminjamkan ruko miliknya kepada Syarifudin untuk melakukan kegiatan belajar mengajar; tapi sekarang ruko tersebut tidak dapat digunakan lagi. Awal tahun ini, ada orang yang mewakafkan tanahnya agar Syarifudin dapat mendirikan sekolah. Tetapi, karena keterbatasan dana, Syarifudin belum dapat mendirikan bangunan tersebut dan membutuhkan bantuan dari teman-teman. :)

Yang terakhir adalah Yulianti Muthmainnah yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan melawan kekerasan terhadap perempuan. Ia kerap menyelenggaakan pembinaan bagi perempuan korban kekerasan melalui Lembaga Bantuan Hukum Syahid. Selain itu, ia juga melakukan advokasi bagi kasus pelecehan perempuan yang diselenggarakan oleh LBH APIK di Jakarta selama tiga tahun. Setelah itu, Yulianti masuk ke lembaga Program Pemberdayaan Perempuan bagi Kepala Keluarga (PEKKA) yang didedikasikan untuk pemberdayaan dan advokasi pada kasus-kasus perempuan yang mengalami kekerasan. 

Sebenarnya teman saya tidak cerita sedetil itu, tapi justru memberitahu saya link menuju situs www.3satria.netSitus ini menjadi semacam platform bagi 3 ‘satria’ untuk membagi cerita mereka. Di situs tersebut, kita bisa menunjukkan dukungan kita dengan klik tombol ‘Dukung’, atau langsung membagi cerita mereka melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter dengan tombol yang disediakan. By sharing what they do, we might be able to change more lives too :) Akan ada lebih banyak orang yang tau, dan lebih banyak orang yang memberi dukungan mereka. 

Selain itu, seandainya kita mau memberi dukungan secara materil, kita juga bisa menyalurkan donasi untuk mendukung aktivitas mereka. Donasi bisa dikirimkan melalui rekening berikut:

BCA: 878177170
Mandiri: 1030000170817

Let us spread the word. Maybe we can’t give them our money but we can give them our empathy. We can share.

This is how they give back to others. How do you give back to others? 

6 thoughts on “Giving back to others

  1. Seno Pramuadji

    no. rekeningnya atas nama siapa ya? mungkin bisa dicantumin sekalian biar kredibel.

  2. Godeny

    kebanyakan org2 hebat, biasana tidak cukup terdengar gaungnya..mungkin karena mereka benar-benar tulus begitu ya :) trhadapt apa-apa yg di lakoninyaseperti 3satria iniinspiratif, ingin seprti mereka :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *