Alanda Kariza

Eliminating the Limits

Inspirasi

| 35 Comments

Reading time: 5 – 8 minutes

Dua hari ini saya melaksanakan Ujian Masuk Bersama (UMB), tepatnya di SMKN 3 Jakarta, diantarjemput oleh Ibu. Hari ini, kami makan siang di Mie Ayam Gondangdia yang beken itu, dan mampir di TPU Tanah Kusir untuk ziarah ke makam Oma (sekalian minta doa supaya keterima di FHUI, amin!).

Karena tinggal di dua rumah dengan shared backyard bersama Oma, boleh dibilang, saya dekat sekali dengan beliau. Jadi, ketika beliau meninggal 2 tahun lalu, saya merasa begitu kehilangan. Tapi ya, mungkin memang sudah waktunya.

Saya pernah membaca tulisan tentang role model, ditulis oleh Weggie di sini. Saya punya role model, tentu. Orang yang saya look up to, memicu saya untuk mencetak prestasi sebanyak-banyaknya. Mungkin akan terdengar klise, tetapi orang-orang ini adalah orang-orang yang ada di keluarga saya. Walau di media seringkali ditulis bahwa saya mengidolakan Anita Roddick (itu karena waktu itu saya ditanya “aktivis lingkungan” mana yang saya idolakan) atau Bruce Lee (itu karena jurnalisnya asal tulis mentang-mentang saya tulis nama Bruce Lee di blog ini :p), role models saya yang sebenarnya, selain Ibu, adalah Aki dan Oma: Prof. Dr. R. H. Moenadjat Wiratmadja (b. 1921) & Hj. Fatidar Moenadjat (b. 1925).

Aki’s books and a pic of him :)

Saya tidak pernah bertemu dengan Aki. Sebab, Aki meninggal di tahun 1980, dan hanya melihat 1 dari 16 cucunya (saya cucu ke-9). Saya hanya bisa mendengar cerita-cerita tentang Aki dari Oma, baik cerita yang romantis, lucu, sampai inspiratif. Saya suka semuanya. Singkatnya, Aki adalah dokter ahli bedah plastik pertama di Indonesia. Ia lulus dari FKUI tahun 1958 , lalu melanjutkan pendidikan ke Washington University/Barnes Hospital di Amerika. Sekembalinya ke Indonesia, Aki mengajarkan ilmu bedah plastik kepada mahasiswa Indonesia (no wonder Tompi visited my grandma when she was hospitalized!). Nama beliau diabadikan sebagai nama unit khusus perawatan luka bakar di RSCM. Aki dikukuhkan menjadi profesor pada tahun 1979, mendapat cucu pertama Februari 1980, dan meninggal Juli 1980. :(

Setelah itu, Oma terus bertahan hidup dan mengurus keenam anaknya dengan sabar, tabah dan terus berikhtiar. Beliau tidak menyelesaikan kuliah kedokterannya (kata Aki, urus keluarga saja… :D), tapi bisa membesarkan anak-anaknya sampai menjadi, alhamdulillah, sesukses sekarang. Ada yang bekerja di World Bank, menjadi interior designer, dokter, sampai art director! Hanya berbekal ketelatenannya dalam jahit-menjahit dan berhemat. Beliau berhasil bertahan selama 27 tahun tanpa Aki. Berhasil melihat cucu pertama beliau juga jadi dokter!

Jadi, pada hari itu, ketika Oma sudah terbaring kaku di atas sebuah ranjang dari kayu, di ruang tamu rumahnya (yang sekarang jadi rumah saya), saya mengaji di sebelahnya, menangis. Terus membaca sebanyak yang saya bisa, supaya beliau diberi tempat terbaik disana. Lalu, saya menghapus airmata itu, berkata padanya, “I promise, Oma. I will make you proud. I will. I promise.”

Itu terjadi tanggal 3 September, 2007.

Tadi saya berada di sebelah Oma lagi, bahkan juga di sebelah Aki. Tidak menangis. Hanya berbicara dari dalam hati, bercerita tentangĀ  apa saja yang sudah terjadi pada Ibu, pada keluarga saya, pada adik-adik, dan terutama sekali… pada saya. Kadang-kadang, saya setengah mati berharap bahwa ia masih ada di sini, di dekat saya, di suatu tempat yang bisa saya lihat, di suatu tempat yang bisa saya hampiri ketika rapor saya dibagikan, ketika saya mendapat piala atau piagam, ketika saya ulangtahun, ketika saya dimarahi Ibu… Lalu saya berpikir lagi, saya yakin bahwa ia sebenarnya selalu ada di dekat saya, bukan?

Saya melihat nama Aki sekali lagi. Prof. Dr. R. H. Moenadjat Wiratmadja. Or maybe his name is longer than that. Janji saya pun bertambah hari ini. Ketika nanti saya tumbuh lebih tua, dan lebih dewasa, saya harus bisa seperti Aki: menjadi orang yang berguna, menjadi orang yang dihormati, dan menjadi orang yang dikenang.

He lives in you, he lives in me. He watches over everything we see, into the water, into the truth, in your reflection. He lives in you.

Tentang video:
Video ini adalah penampilan “mini” dari “The Lion King” versi Broadway, di acara Rosie O’Donell sebelum Tony Awards 1998 di mana mereka memperolah 11 nominasi. Listen to Mufasa’s voice, sounds like who? Saya nonton versi “Inggris” dari drama musikal ini di Lyceum Theatre. I spent a lot of money, and I don’t regret it. The feeling was even better than going to those football stadiums, especially if you’re a Disney maniac like me! :)


35 Comments

  1. ayo semangat ya UMB nya! aduh i wish i could be more expressive like you to my family :’ )

  2. really, truly, i wish i had a role model like that, one i could really say who effected my life. but i don’t have one. i think you know me enough to probably know that my “role models” are highly likely to be what, some lucky bloke who made a band and wrote great music. isn’t that pathetic? probably the same people, same bands. wheter they’re from iceland or great britain, say. inspiration? maybe a couple of great artists here and there, but ughh how do you do all this stuff, nda? really, i wish i was more like you

  3. haiii…..kunjungan pertama gue, dapet ni blog dari QB
    just call me the chakiman :)

  4. First, I wanna tell you that I cry reading your post. Yes, I cry. Cerita tentang Oma kamu hampir serupa dgn persepsi saya pada Eyang Putri saya :]

    Anyway, bulan meninggalnya eyang putri kita sama lho. Eyang saya meninggal 19 September 2008, tepat sehari sebelum ultah saya :[

    I love her sooooo much, she was like my 2nd mother. I just miss her, I miss her telling me everything about life *kok jadi curhat* hehe

    "Kadang-kadang, saya setengah mati berharap bahwa ia masih ada di sini, di dekat saya, di suatu tempat yang bisa saya lihat, di suatu tempat yang bisa saya hampiri..." padahal udah 2 tahun ya Al, tapi kamu masih pengen 'kehadirannya' nyata. Nah, saya aja masih tertanam konsep bahwa eyang saya itu masih 'ada'. Jadi kalo main ke rumah eyang, saya bakal nemuin eyang saya tiduran di kasur atau duduk2 di ruang tamu sambil ngeteh dsb. I think I need a psychogist hehe.

    Eyang kakung dan eyang putri saya adalah orang2 yang membuat saya terus berjuang untuk yang terbaik. Yang memotivasi saya untuk membanggakan kedua ortu saya dengan apa yang saya lakukan. That's why I miss 'em a lot :]

    Oh God, I start crying again…

    Yahh dari sini juga saya jadi sadar, kalo idola saya sebenarnya adalah eyang2 saya :]

    • I tried so hard not to cry when I wrote this. :) Yes, they are just the best. I live with that feeling everyday, because I now live at my grandma’s house. But I know that she’s there, she lives in me.

  5. wah pantesan kamu hebat yaa, semoga keterima yaa di FHUI :)

  6. ayo, kamu bisa Alanda :)
    gue kagum dengan pencapaian Aki, Oma dan tentunya pencapaian elo

  7. Alanda.. thanks for dropping by and leaving a comment on my blog yah.. AND.. wow, thanks for making me “in” as well on twitter!!! hahaha!!! Good luck on all your tests!

  8. Wah ada si Daryl diatas :) by the way, Nda, saya nggak tahu kalau nenek kamu sudah tiada. Pokoknya Nda harus semangat terus ya. Bagus kalau kamu punya Role Model yang dekat dgn realita kehidupan kamu. Hihihi, saya juga punya Ibu sebagai RM saya.

    btw, kamu terpilih di ASEM ya? kok saya nggak liat nama kamu?

  9. I do too still want to cry every time my mind goes to my late grandpa (he’s been in heaven for about 20 years now)

    Anyway, kok ngga jadi daftar HI? Hehe :)

  10. The most beautiful post i’ve ever read you written! i’m also close with my grandparents, thanks to the gift of life, they’re still here today. Of course, Aki & Oma will always live in you, i believe that those who have moved on are still around on earth to take care of their loved ones.

  11. halo Alanda, terharu baca postingan kamu kali ini. i cried T_T
    inget sama alm. kakek dan almh. nenek (whom i called yai and nyai) saya dan jadi rindu…

    dan ada pengetahuan baru yang saya dapet, dokter ahli bedah plastik pertama Indonesia adalah kakek kamu. He must be so cool..!!

    salam kenal, Alanda :)

    • Wow, really? You cried? Sorry for making you cry, hehehe.
      Yes, he is the one. I know. Too bad I didn’t have the chance to meet him. Salam kenal juga, Abina. You have a cool name.

  12. gue selalu bingung kalo ditanya siapakah idola atau role model, bener juga kata lo orang terdekatlah yang ternyata tepat. kakek gue berkali-kali certa hal yang sama tentang perjuangan dari masa penjajahan sampai memimpin pabrik kertas, nyokap gue juga, rela ngelepas UI lalu ke UNPAD, karena disuruh Ibunya, dan dilakuin dengan ikhlas. Berkali-kali diceritain, berkali-kali juga gue lupain. mungkin gue juga harus belajar jadiin mereka sebagai role model.

  13. wow gue selalu berharap nenek gue bakal se-seru nenek lo haha. nenek gue amat sangat tidak seru. berbeda dengan kakek gue yg udh meninggal. dia berbedaaaa sekali dgn nenek gue haha. ah jd kangen sm dia :’) smg janji lo bs terkabulkan ya. ur so talented :)

    • My grandma was not that fun, unlike my grandpa (I think he was fun, I dunno anyway hehehe). My grandma was cynical most of the time, but I think it’s just the way how she expresses things and it even makes me miss her more. Hope so, thanks.

  14. wah, aku terharu bacanya T_T semangat yaa nda!! aku kira kamu non islam, abis waktu di iklan itu (okay,maaf, aku bahas iklan itu lagi) kamu mirip chinese :) oiya.. jangan sedih lagi, karena aki sama oma kamu gak butuh tangisan tapi doa dan prestasi kamu :) cheers dear!!

  15. well nda, you must be so proud of your grandparents. so it’s your turn to make them proud. :)
    my role model is off course my mom and dad. i love them both. they are my super hero, my motivation and my everything. :)

    and oh yeah, i have an award for you. please check out my blog .

    take care

  16. You know what, i also used to be very close with my grandma. I also did the same thing when she died, i promised that i will make her proud.

    I still remember 2 or 3 years ago when she told me that she really want to see me lulus kuliah to be a sarjana. Now i’m still in grade 12, she didn’t make it. I’ve made my promise though.

  17. Hi k Alanda! You’re blog is really inspiring me, specially this post! I cried when I read it because I just remembered both of my grandpa that has passed away (I called them anang and abah). I’m just sad when they’re alive I didn’t really got to know them better, well I do but i just felt thst wasn’t enough. Both of them were really inspiring me from they’re struggle when they were young. One was one of the great ulama in Indonesia and founder of IIQ ( Qur’anic Institute), he died when I was in primary school and the other one struggle to be success by moving to Jakarta from village in South Sumatra and studied in Germany. He just died last year but I was sad because I wawn’t there when he died. I wanted him to see me become a doctor and married. Yet I promise to him that I can be success and make him proud. I’m really glad before he died, I got to repeat his journey to Germany for scholarship languange courses from Goethe Institute. And he knew that I’ve been selected to be YES/AFS candidates. During his last week to live he was happy for me but at the same time he felt sad because he didn’t want to let me go (I think maybe he already got some feeling that his lives wouldn’t be much more longer). Right now I still in US doing my exchange program, it’s really a mix feeling to go back and I feel that I’m not ready yet to go back home. I didn’t know how much I have grown in here yet I really want to be one of the youth that can make a simple acts to be big in order to make a change. I knew you from IYC, I was really excited to join the conference this upcoming july when I finnaly go back to Indonesia, but the ticket has sold out :( well, I really hope a very good luck for you and your future and keep a strong faith to overcome your crissis rigt now (give my greetings to your mom and tell her to be tough :) we’ll always support and pray for you :) I’m sorry that I write too much even that this is my first time write on your blog and you barely know me, but i enjoy reading your blog so much and i just want to express my feelings :) thank you for inspiring us, keep in spirit!

Leave a Reply

Required fields are marked *.

*