#KetikaMenulis: Sitta Karina

Sitta Karina adalah salah satu sosok yang sangat berjasa dalam membantu saya menemukan karier di dunia kepenulisan. Buku pertamanya, Lukisan Hujan, adalah salah satu buku favorit saya — bahkan sampai sekarang. Kak Arie, begitu Sitta Karina biasa saya sapa, juga merupakan endorser untuk novel pertama yang saya terbitkan di usia 14 tahun. Tidak hanya itu — ia juga hadir sebagai pembicara di acara peluncuran novel tersebut.

Saat ini, Kak Arie sudah menerbitkan begitu banyak buku, mulai dari serial Hanafiah yang fenomenal, sampai serial-serial fantasi seperti Magical Seira dan Aerial.

Dari sekian banyak naskah yang telah Kak Arie terbitkan, mana karya yang menjadi favorit Kak Arie?
Lukisan Hujan. Ada kenangan tersendiri dengan naskah ini, tidak hanya proses kreatif menulisnya, tapi juga perjuangan bagaimana akhirnya naskah ini diterima penerbit dan diterbitkan.

Kapan dan di mana Kak Arie biasa menulis?
Saya menulis kapan saja di saat saya sedang tidak mengurus keluarga, jadi lebih sering saat anak-anak bersekolah dan suami pergi ke kantor di pagi hari. Atau malam hari, setelah anak-anak tidur dan sebelum suami pulang.

Jadwal bekerja saya biasanya 2 jam di pagi hari dan 2 jam di malam hari. Setelah berkeluarga, apa yang saya kerjakan selama kurun waktu itu tidak selalu menulis. Kadang saya menggambar, belajar topik baru di internet (atau topik menulis di writersdigest.com!), mengurus paperwork berkaitan dengan perencanaan keuangan keluarga, urusan pajak, dan ada sisipan 15 menit untuk saya mempersiapkan tema belajar anak-anak setelah mereka pulang sekolah. Jadi, hari-hari saya tidak melulu isinya menulis.

Untuk tempat menulis, saya paling suka menulis di rumah, di meja kerja saya sendiri.

Bagaimana susunan meja kerja yang Kak Arie miliki?

meja-kerja-sitta-karina

Meja kerja Sitta Karina

Meja kerja saya tidak hanya berisi hal-hal tentang menulis, tetapi juga urusan mendesain sampai administrasi sekolah anak. Semua yang ada di sini merupakan benda-benda esensial mengingat ruang kerja ini “nyempil” di rumah mungil kami.

Apa ada alat atau aplikasi tertentu yang biasa Kak Arie gunakan untuk menulis?
Saat ide muncul dan saya sedang tidak di rumah, saya biasanya menuliskan di ponsel. Lalu ketika sampai rumah, saya akan menuangkan ke laptop.

Bagaimana dengan musik? Apakah Kak Arie mendengarkan musik ketika sedang menulis?
Selalu. Kadang playlist Top 40, kadang musik instrumental dari musisi Jepang seperti Joe Hishashi, Kajiura Yuki, dan S.E.N.S.

Bagaimana proses pengerjaan sebuah buku atau karya berjalan bagi Kak Arie?

Pertama, pada proses pramenulis, saya akan rumuskan ide sedetail mungkin sampai menjadi 1 halaman informasi dasar tentang calon karya (premis, latar belakang, tokoh dan motivasinya, latar, plot, dsb). Lalu saya mulai menulis cerita tersebut berpedoman pada plot yang sudah saya rencanakan sebelumnya dan pada motto “ini hanya draf, jadi menulislah sebebasnya”. Fase terakhir adalah memeriksa dan menyunting kembali naskah tersebut setidaknya 2 minggu setelah saya menyelesaikan naskah.

One thought on “#KetikaMenulis: Sitta Karina

  1. Nadya says:

    Kak boleh ngk #ketikamenulis selanjutnya tentang aliazalia, lexie xu, atau ilana tan. Makasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *