Reading time: 6 – 9 minutes
Sejarah membuktikan bahwa melalui tulisan, seseorang bisa mengubah dunia. Semoga melalui tulisan ini, saya bisa membantu Ibu saya dalam menghadapi masalah yang dihadapi oleh beliau. Kendati mungkin Presiden tidak membacanya, paling tidak, rakyat Indonesia membaca tulisan saya. Paling tidak, masih ada orang-orang yang peduli, dan mau memperjuangkan keadilan. Tidak hanya untuk Ibu saya, tetapi untuk seluruh warga negara Indonesia.
SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Jakarta, 20 Maret 2011
Yang Terhormat Bapak Presiden,
Saya mengerti bahwa tulisan seorang pemuda kemungkinan besar tidak akan mendapat tanggapan mengingat banyaknya masalah di negeri ini yang tentunya penting untuk ditanggulangi. Namun, ingatkah Bapak akan perkataan Bung Karno, di mana ia berjanji bahwa dengan beberapa pemuda saja, ia bisa mengguncang dunia? Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, dan Reformasi adalah cerita-cerita yang kami dengar ketika kami tumbuh dewasa, bahwa pemuda bisa menciptakan perubahan dan bahwa ada harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Sejak kecil, kami diwajibkan untuk menghafal lima sila yang menjadi ideologi negeri ini, termasuk sila kelima: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Pada kenyataannya, banyak kejadian di negeri ini yang bersifat kontradiktif terhadap sila tersebut.
Saya merupakan satu dari segelintir pemuda yang dulu percaya bahwa masih ada harapan bagi bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar. Berbekal optimisme serta keinginan untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik, pemuda Indonesia berkarya – tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Meskipun saya sering mendengar berita mengenai ketidakadilan yang terjadi di Indonesia, pada awalnya saya tidak percaya bahwa implementasi hukum Republik Indonesia seburuk itu. Sampai pada suatu ketika, ketidakadilan tersebut menimpa orangtua saya. Di depan mata kepala saya sendiri, saya melihat bagaimana keadilan di negara ini berpihak hanya pada orang-orang tertentu – pada orang-orang yang memiliki hal yang lebih, termasuk uang dan kekuasaan.
Ibu saya, Arga Tirta Kirana, dituduh terlibat dalam pencairan beberapa kredit di Bank Century, padahal beliau tidak memiliki kewenangan dalam proses pertimbangan, pemutusan, maupun pencairan kredit, serta tidak tergabung di dalam Komite Kredit. Hal itu baru satu dari sekian banyak kejanggalan dalam implementasi hukum yang dialami beliau. Ibu saya dijadikan kambinghitam untuk menyelamatkan individu atau bahkan golongan yang memiliki kekuasaan lebih; dan sejauh ini belum menemukan titik terang menuju keadilan kendati berbagai proses hukum telah dijalani sejak April 2009.
Apa yang terjadi pada Ibu saya bisa terjadi pada siapa saja, dan apa yang mengancam harapan dan optimisme saya pun dapat menghabisi keinginan pemuda Indonesia lainnya untuk berkarya. Selama ini, masa depan Indonesia sudah saya anggap sebagai masa depan saya juga. Saya berharap, sampai kapanpun, hal tersebut tidak akan berubah – bahwa Indonesia dan saya adalah kedua hal yang tak terpisahkan.
Selama beberapa tahun ke belakang, saya berkesempatan untuk bekerjasama dan bertemu dengan begitu banyak pemuda Indonesia yang brilian dan berbakat, yang mencetak prestasi dan membawa nama Indonesia ke kancah regional maupun internasional. Dengan mata kepala saya sendiri pula, saya bisa menyaksikan pergerakan pemuda Indonesia yang membanggakan. Bisa melihat karya mereka membuat saya percaya bahwa Indonesia sangat bisa memiliki masa depan yang cerah. Generasi yang sedikit lebih tua dari kami pun sama hebatnya, tetapi satu persatu dari mereka telah ‘gugur’ dari Indonesia. Banyak dari mereka yang mengagumi optimisme kami yang masih aktif bergerak untuk “Indonesia yang lebih baik” – di mana harapan mereka sudah mati ketika mereka mengetahui sisi lain dari Indonesia, termasuk sistem hukum yang dalam penerapannya tidak secara konsisten menjunjung tinggi keadilan.
Oleh sebab itu, saya khawatir dengan masa depan pemuda Indonesia. Apakah itu berarti, kami – pemuda Indonesia – yang tidak memiliki uang dan kekuasaan, akan memiliki nasib yang sama? Bahwa keberadaan kami juga akan tergilas oleh hukum yang berpihak pada pihak yang membayar lebih, atau punya kekuasaan lebih tinggi? Apakah itu berarti, kami yang berkarya akan terusir dari negara ini apabila kami menginginkan Indonesia yang lebih baik dari hari ini?
Memimpin dan membangun negara memang sebuah perjuangan yang tidak mudah, dan sudah terlalu banyak orang yang terjebak dalam dilema untuk memilih antara mempertahankan masa depan mereka ataukah masa depan negeri ini. Seringkali, pada akhirnya, pilihan kedualah yang harus dikorbankan karena ketidakadilan. Sudah terlalu banyak bibit unggul Indonesia yang ‘layu’ tertimpa hal ini. Bukan karena mereka menyerah dalam memperjuangkan Indonesia, tetapi karena mereka tidak diberi kesempatan untuk berkarya dan menjaga integritas mereka di negeri ini. Jangan jadikan masyarakat Indonesia, terutama pemuda, sebagai korban dari perebutan kekuasaan dan pengerukan kekayaan nusantara. Paling tidak, kami masih punya harapan. Pemudalah yang akan membangun negeri ini di masa depan. Namun tentunya, masa depan ditentukan oleh hari ini. Masa depan dimulai dari sekarang. Kami membutuhkan masyarakat dan pemerintah untuk membiarkan harapan itu tetap menyala, agar tidak mati dimakan korupsi maupun ketidakadilan.
Saat ini, saya menghitung hari sampai Hari Kamis, 24 Maret 2011, di mana vonis untuk Ibu saya yang tidak bersalah akan dijatuhkan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Harapan saya adalah untuk benar-benar melihat perwujudan dari “Kita tetap setia, tetap sedia, mempertahankan Indonesia”, sehingga janji tersebut tidak hanya akan berhenti dalam lagu wajib nasional yang setiap tahun lantang kita nyanyikan. Saya ingin “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” tidak cuma terucap di dalam Pancasila – tapi juga pada implementasinya, pada hukum milik kita.
“Kita hendak mendirikan suatu negara ‘semua buat semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi ‘semua buat semua’,” ujar Bung Karno dalam Pidato BPUPKI 1 Juni 1945.
Bapak Presiden, pertahankan Republik Indonesia di mana ‘semua buat semua’, keadilan untuk semua. Semoga Ibu saya, dan seluruh warga Negara Indonesia, bisa mendapatkan keadilan secara utuh.
Hormat saya,
Alanda Kariza
Catatan:
Informasi mengenai kasus yang menimpa Ibu saya beserta isi pembelaan (pledooi) pribadi beliau dan duplik pribadi beliau yang dibacakan di persidangan bisa diakses di situs soalhati.com. Dukungan bisa ditunjukkan melalui halaman Facebook Help Arga dan akun Twitter @HelpArga. Sidang pembacaan putusan/vonis akan diselenggarakan pada Hari Kamis, 24 Maret 2011, pukul 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (di dekat Gajah Mada Plaza). Sidang tersebut terbuka untuk umum, siapa saja boleh datang. Jika bersedia untuk menunjukkan dukungan melalui kehadirannya, silakan datang dengan pakaian bebas rapi (atasan berkerah, mengenakan sepatu – bukan sandal). Bagi yang menggunakan kendaraan umum, bisa menggunakan bus TransJakarta dan turun di Halte Sawah Besar (Koridor I). Terima kasih banyak atas dukungannya.
March 20, 2011 at 5:29 pm
Semoga mamah bisa dibebaskan dari segala rekayasa hukum
March 20, 2011 at 5:34 pm
saya setuju dengan isi surat kak alanda. keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia termasuk generasi muda ! dengarkan suara kami, pak!
March 20, 2011 at 5:37 pm
keep struggling for the justice kak alanda
terus berdoa untuk mamanya ya
sesungguhnya doa anak yang shalehah insyaallah akan diijabah
kebenaran akan terungkap
kejahatan serta kebohongan akan kalah dengan kebaikan dan kejujuran
allah maha adil dan mengetahui
tetap semangat ya kak :)
March 20, 2011 at 5:37 pm
Kamu nggak sendirian, Alanda. Tetap semangat! Dan semoga do’a2 Alanda dan keluarga dijawab Allah SWT sesegera mungkin. Dan semoga Allah juga berkenan membukakan mata dan telinga orang2 yang berkuasa itu supaya hatinya pun terbuka..
March 20, 2011 at 5:39 pm
Tetap semangat Alanda. Berserah sama TUHAN. Heran juga ya, tuntutan buat ibu kamu sebegitu parahnya dibanding otak pelakunya??? yang lebih heran lagi, kok jarang diliput media massa ya soal kasus ibu kamu??? Yang jelas saya mendukung kamu!!! Semoga pemuda2 Indonesia ke depan masih punya rasa memiliki Indonesia, mesti harus menghadapi ketidakadilan seperti ini.
March 20, 2011 at 5:56 pm
‘semua buat semua’, semoga terwujud dalam bentuk yang lebih nyata, bukan hanya teks pidato atau slogan belaka. Terus berjuang Alanda :)
semoga yang terbaik untuk Bunda…
March 20, 2011 at 6:24 pm
jangan putus asa!! Tuhan Maha Adil
March 20, 2011 at 6:36 pm
Yang sabar ya…
Tuhan pasti akan menunjukan kebenaran dan kuasanya..
March 20, 2011 at 6:40 pm
Your audacity is astonishing, amiable acquaintance. I salute and I pray for your visions.
March 20, 2011 at 6:51 pm
Insya Allah, jika Tuhan berkehendak, akan ada titik terang yang membantu kasus Ibu Anda. Kita percaya, Tuhan tidak tidur. Ia mengamati dan mencatat semua peristiwa di Semesta Raya. Mohon Anda bersabar. Bukti baru bisa diperoleh jika ada pihak yang bersedia memberikannya kepada Pengacara Ibu Anda. Semoga Ibu Anda sekeluarga tabah dan sabar.
March 20, 2011 at 6:52 pm
Hai Alanda,
Kami sekilas melihat status twitternya. Dan kami sungguh sangat tergugah dengan suratnya yang kemudian kami muat di http://www.facebook.com/kotakhumorindonesia. Sila klik http://www.facebook.com/note.php?created&¬e_id=10150136856523497&id=116765786541
Semoga perjuangannya berhasil. Kami hanya bisa membantu berdoa.
Salam.
Admin Kotak Humor
http://www.facebook.com/kotak.humor
March 20, 2011 at 6:58 pm
100% dukung surat ini!
andai saja semua pemuda indonesia seoptimis dan selantang wanita ini, pasti indonesia bisa jadi jauh lebih baik dari sekarang. semoga pak presiden baca surat ini dan bisa tegas dalam memandu indonesia ke arah yg lebih JELAS.
March 20, 2011 at 7:32 pm
Tetaplah berjuang dengan optimisme..
Apa yg tidak membunuh kita menjadikan kita lebih kuat.
March 20, 2011 at 7:33 pm
mangstaaaaaaaaabbb…sampe mindring aku bacanya..yup..negara adalah semua untuk semua..“Kita tetap setia, tetap sedia, mempertahankan Indonesia”, ..INDONESIA….
March 20, 2011 at 8:00 pm
Tulisan yang benar-benar menyerang Pemerintah kita: menuntut keadilan, menuntut terciptanya sebuah bangsa dan negara untuk semua. Saya, sebagai salah seorang pemuda, juga mencita-citakan hal yang sama.
Akan tetapi saya menjadi penasaran, Alanda, apakah tulisan ini akan saya temui jika situasinya sedikit berbeda: di mana yang dituding untuk melakukan penyimpangan adalah orang lain, bukan orang yang dikenal dekat? Apakah suara-suara pemuda yang peduli itu hanya akan terdengar di saat ‘bagian dari dirinya’ diganggu orang lain?
Membaca surat untuk presiden yang ditulis di atas, saya menjadi berpikir lagi, bukan tehadap masalah keadilan yang diteriak-teriakkan, tetapi lebih kepada “suara mahasiswa” yang apa dan bagaimana yang sedang bergejolak untuk meminta keadilan itu sekarang ini…?
Semoga keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran diberikan oleh Penguasa untuk kita semua.
Salam.
March 20, 2011 at 8:16 pm
mungkin anda harus mendengarkan kembali lagu MARJINAL yang berjudul HUKUM RIMBA ..
saya salut dengan anda, sudah sejatinya kita sebagai generasi muda sekarang yang berbicara tentang keadilan ..
ingat kita generasi muda adalah “agent of change” ..
saya mendoakan yang terbaik untuk anda dan ibu anda .. tuhan maha adil ..
believe in karma :)
cheers ..
March 20, 2011 at 8:17 pm
Semoga Hakim yang menangani perkara diberi sejelas2nya pandangan anatara yang benar dan yang salah.
Semoga Keluarga yang mengalami diberi sebesar2 kekuatan.
Semoga Negara bersama-sama dengan rakyatnya mampu memberikan semua buat semua.
“The virtue of justice consists in moderation, as regulated by wisdom” Aristotle
March 20, 2011 at 8:45 pm
Tulisan yang inspiring! Keep the spirit high Alanda. And keep creating good and inspiring article! You are right, tulisan bisa mengubah dunia. :)
March 20, 2011 at 10:41 pm
Alanda,
Doa saya sekeluarga utk Ibu dan keluarga, semoga bpk Presiden dan para pemimpin negri ini berkenan mendengar suara generasi muda bangsa ini, karena kalian (generasi muda) yg akan melanjutkan memimpin negri tercinta ini.
Terus berjuang ya, Alanda … Tuhan pasti bersama Alanda dan Ibu.
March 20, 2011 at 10:55 pm
Alanda,memang sulit menerima kenyataan yang sedang kamu alami.jaangan putus asa apapun yang kamu alami bisa terjadi pada siapa saja.?ã?ã dapat merasakan apa yang kamu rasakan.teruslah berjuang untuk mendapatkan keadilan itu.juga harus diingat tuhan tidak tidur,pengadilan manusia hanya sementara,kelak pengadilan tuhan jualah yang akan mengakhirinya.
March 20, 2011 at 11:18 pm
Alanda Kariza,
Bukannya salah alamat kalau surat ini ditujukan kepada SBY?
Sia-sia, menggantang asap.
Kenapa ng kepada reformis (mhs) yg masih punya hati?
Kenapa ng kepada mbak sri mulyani, yg lagi di”lancong”kan ke WB”?
tapi ng lama kok, setelah 2014 semua terbalik 180°.
semoga ada hikmahnya ibundamu yang sudah sebagai penebus kesalahan “banyak penipu rakyat” lebih awal, dari pada nanti-nanti.
Tetap tegar dan dukung terus ibundamu tersayang. Kata yang tepat untuk saat ini “Sabar” dan tetap mencari bukti keadilan.
March 20, 2011 at 11:30 pm
Nak… Kalo memang benar pertahankan kegigihan menolong ibu. Banyak berdoa…
March 22, 2011 at 4:36 am
semoga Allah memberi yang terbaik buat mamanya alanda. jika manusia tidak adil, yakinlah bahwa Dia Maha Tahu dan melihat apa yang diperbuat hambaNya.
oia, saya ijin share. mohon jangan dianggap sebagai spam. namun jika tidak berkenan, dihapus saja tidak apa-apa.
seorang adik dari anak didik teman saya saat ini sedang membutuhkan bantuan seikhlasnya, baik berupa doa untuk kesembuhannya maupun dalam bentuk finansial. Saat ini dana yang terkumpul baru sekitar 3,5 juta, sementara yang dibutuhkan sekitar 50juta.
info lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.
Nurul Safika
saya tahu alanda saat ini sedang menghadapi masalah yang pelik, yang kalau saya sendiri yang mengalami mungkin tidak akan setegar alanda sekarang ini. maka, maafkan saya apabila komentar saya ini malah menambah beban alanda.
terus terang saya melihat alanda sebagai sosok teladan di antara generasi muda. bahkan saya berharap anak saya nanti bisa meneladani apa yang alanda lakukan.
wish u all the best! :)
Pingback: Keadilan Milik Siapa ? « Muslimah Blog
March 22, 2011 at 5:48 pm
Assalam,
Pertama kali membaca ‘keluhan’ Alanda, saya sangat terkejut apalagi terkait tuntutan yg memang tidak adil untuk ibu anda. Alhmadulillah, doa saya terkabul ketika kantor menyuruh saya meliput sidang Ibu anda di PN Jakarta Pusat hingga kemudian konfrensi pers di tempat itu oleh pengacara dan ibu Tika Wibisono.
Saya pun sebagai orang muda Indonesia, merasa seperti itu. Benarkan keadilan ini milik semua orang? Benarkan sudah ada keadilan yang setidaknya bisa kita rasakan bersama? Hingga kemudian surat terbuka untuk Presiden ini kembali menggugat saya.
Saya kembali berdoa, agar hari kamis nanti saya ditugaskan untuk meliput sidang pembacaan vonis ibu Arta Tirta Kirana. Tentu doa saya juga untuk keadilan di Indonesia ini. Salah satu ajaran agama bahwa tanda-tanda kehancuran dunia ketika para pedagang berlaku curang dan penegak hukum berlaku tidak adil.
Semoga doa terijabah sempurna,
Amin ya Robbal Alamin
Agus Rahmat
Jurnalis http://WWW.INILAH.COM
March 24, 2011 at 10:31 am
Hi Alanda, saya hanyalah pengamat blog mu. Saya mendoakan supaya kasus yang membelit ibu mu mendapatkan titik terang.
Begitulah Indonesia, saya juga merupakan remaja yang dahulu percaya akan masa depan Indonesia yang lebih baik. Tapi semua berubah ketika saya menginjak dewasa dan mulai ‘melihat’ dunia ini. Walaupun saya percaya, suatu hari nanti akan muncul masa depan yang lebih baik untuk Indonesia, tapi tidak sekarang. Terlalu banyak birokrasi di negri ini. Negri kita saat ini cocok untuk orang2 yang memiliki kekuasaan, tapi tak cocok untuk mereka yang tak memiliki kekuasaan. Bagi mereka yang tak memiliki kekuasaan, lebih memilih untuk bersikap hati2, agar tidak menimbulkan masalah bahkan berdoa agar jauh dari masalah.
Maka dari itulah, kita bisa melihat, banyak orang2 Indonesia yang hebat, memiliki segudang prestasi, tapi memilih untuk keluar dari negri ini. Tapi begitulah hidup, kita tak pernah menyangka kapan kita akan tertimpa masalah.
Tetap tegar Alanda. Saya yakin, bila kita tak menyerah, pasti kita bisa mendapatkan apa yang kita mau :)
Salam.
March 24, 2011 at 1:38 pm
saya suka sekali dgn tulisan anda yg ini. sangat mewakili perasaan saya, yg jg sebagai pemuda. saya telah merasakan ketidakadilan dari orang2 yg mempunyai kekuasaan dan juga uang tentunya. dan saya yg tidak mempunyai apa2 hanya bisa diam dan pasrah menerimanya.
tetap semangat untuk anda, semoga cobaan yg anda hadapi membuat diri anda semakin kuat.