Writing

Reading time: 4 – 6 minutes

DreamCatcher (GagasMedia, April 2012)
A non-fiction book about how young people could, should, and would be able to follow their dreams, with illustrations from Asyera Bella SidaurukLike my Facebook page to join the quiz and be DreamCatcher‘s first reader!

“Dreams are necessary to life.” – Anais Nin

Mimpi itu kebutuhan. Layaknya udara, tanpa disadari, aku, kamu, dan kita semua membutuhkan mimpi. Mimpilah yang menuntun kita atas apa yang kita kerjakan saat ini karena hari ini adalah jawaban atas mimpi kita tempo hari.

DreamCatcher memberikan gambaran tentang bagaimana merancang mimpi. Inilah rancangan hidup yang kita coba reka sendiri. Alanda Kariza berbagi hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menciptakan mimpi dan meraihnya sejak dini. Memanfaatkan kekurangan, meningkatkan produktivitas, dan berbagi dengan orang lain adalah beberapa di antaranya.

Buku ini dilengkapi lembar aktivitas untuk mencatat hal-hal yang ingin kita capai. Tak ketinggalan, ada pula profil para sosok muda yang sukses mewujudkan impian.

So, live your dreams. Hidup yang dipenuhi mimpi akan banyak bercerita tentang masa depan.

DreamCatcher menyimpan jawaban bahwa hidup akan lebih menyenangkan bila kita bisa mewujudkan impian.” – Pandji Pragiwaksono, a man living his dreams

“Saya termasuk orang yang dari dulu banyak bermimpi. Ketika menyadarinya, saya kaget sekali karena sudah banyak mimpi itu yang kini jadi kenyataan. DreamCatcher bercerita tentang mimpi-mimpi yang harus diciptakan dan bagiaimana kita mencapainya. Semuanya diceritakan dengan berbagai contoh nyata. Seandainya dari dulu sudah terbit buku seperti ini.” – Yoris Sebastian, Creative Thinker at OMG Consulting & penulis buku Creative Junkies

“Sebuah komposisi pemikiran cerdas dan pengalaman menarik. Alanda kembali meyakinkan kita tentang kekuatan mimpi. Buku yang wajib dibaca oleh setiap anak muda yang (ingin) punya segudang mimpi!” – Iman Usman, Presiden Indonesian Future Leaders


The Journeys 2 (GagasMedia, March 2012)
A travelogue of a number of writers’ journeys to all across the Indonesian archipelago.

Previous Books

Mint Chocolate Chips (Terrant Books, 2005)
Novel kontemporer remaja. Sudah tidak dicetak.

“Bahasa Alanda adalah bahasa remaja, suara hati nowadays-girl yang akrab dan fresh… seperti menceritakan baris demi baris kisah seru milik masa SMA kita. Go read and find out. Seperti coklat, kamu pasti ketagihan!”
- Sitta Karina, penulis Lukisan Hujan

“Menyenangkan untuk dibaca. Seperti kapas dikasih cuka! Ringan, lembut, dan bisa membuat merinding…”
- Raditya Dika, penulis Kambingjantan

Vice Versa (Terrant Books, 2010)

Kumpulan cerita pendek yang ditulis pada tahun 2005 sampai 2010. Pesan di sini.

“Sekitar 3 tahun lalu, saya diminta membaca draft novel Alanda. Kemudian tahun ini, saya dibuat sangat terkejut oleh pesatnya kemajuan menulis Alanda ketika diminta membaca kumpulan cerpennya. Cerdas dan sangat dewasa adalah kesan saya setelah menelusuri kisah-kisah dalam cerpennya, walaupun masih tetap bertemakan keseharian. Sukses ya, Sayang! Senang sekali bersinggungan jalan dengan seorang muda menjanjikan berbakat seperti  seorang Alanda Kariza—teladan untuk perempuan muda Indonesia.”
Icha Rahmanti, penulis novel Cintapuccino

“Banyak cerita dengan metode-metode berbeda yang sederhana tapi begitu dekat. Memprovokasi kantung-kantung visual dalam kepala saya. Bravo!”

Angga Dwimas Sasongko, sutradara film Hari Untuk Amanda

“Vice Versa itu ibarat boneka matryoshka. Cantik, misterius, dan rasanya selalu ingin membedah lebih dalam karena kamu tahu penulisnya dengan cerdik membungkus lapis demi lapis makna, cerita dibalik cerita, kejutan di dalam kejutan, dengan kemasan yang unik.”
Risyiana Muthia, Senior Feature Editor Provoke! Magazine

“Menulis, menurut saya, tidak dapat dipisahkan dari menjalani hidup. Menulis boleh dibilang sama seperti menjalani hidup secara ganda, di mana sang penulis menjalani semua kejadian sebanyak dua kali: satu kali di kenyataan, dan satu kali lagi di sebuah cermin yang selalu menunggu di belakang. Alanda berhasil menulis dan menggabungkan keduanya dengan baik, walau terkadang ‘pengalaman’ yang ada di dalam cermin jauh melampaui usianya.”
Fajar Nugros, penulis dan sutradara film Queen Bee

Pertama Kalinya! (Gramedia Pustaka Utama, 2010)
Kumpulan cerita pendek yang ditulis bersama Sitta Karina dan 6 penulis muda perempuan lainnya. Sebagian keuntungan penjualan buku ini akan disumbangkan kepada anak-anak Indonesia yang putus sekolah melalui Yayasan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA).

Share Your Ideas!

I have a number of writing projects to be accomplished this year. If you have any kind of suggestion on what to write, or if you want me to specifically write about something you need, do let me know!